Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

Cara Mengatasi Anak Nakal

Tips Mengatasi Anak Nakal

anak nakal 
Pendidikan yang utama dan pertama dalah keluarga. Dengan lingkungan keluarga akanterbentuk sifat, watak dan perilaku misalkan dalam sebuah keluarga orang tua kurang perhatian terhadap anak, maka anak tersebut akan menjadi nakal (kurang terkontrol) demikian juga sebaliknya klau lingkungan itu baik ada perhtian orang tua maka anak akan tumbuh dengan baik.
Dalam mendidik ank kita harus mengetahui sifat-sifatnya misalkan anak yang mempunyai sifat pendiam kita dekati dengan halus sehingga anak tersebut mau bercerita tentang masalah yang terjadi, berarti kita menggunakan cara yang halus untuk menghadaopinya. Lain lagi dengan anak yang mempunyai sifaf keras, kita harus mengahdapinya dengan tegas dan keras.

Selain kita melihat darilingkungan keluarga dan sifat anak, kita harus melihat kelatarbelakang dari keluarganya, jika dalam keluarga tersebut mempunyai latarbelkang yang baik maka secra otomatis anaknya akan meniru yang baik tetapi sebliknya, jika dalam keluarga tersebut mempunyai latar belakang yang kurang baik maka anaknya akan mengikuti tidak baik pula.
Adapun untuk mengatasi anak didik yang nakal ada beberapa macam cara :
1). Didekati sebagai teman
2) Diberi desempatan untuk bercerita
3 ) Diajarai sifat tanggung jawab
Untuk membiasakan anak bertanggung jawab haruslah dimulai sejak kecil, tanpa dibiasakan sejak kecil tidak mungkin anak mempunyai rasa tanggung jawab. Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :
1) Biasakan anak mengambil dan mengembalikan maiananya sendiri
2) Biaskan anak untuk melakukan tugas-tugas ringan sejak kecil
3) Bisakan anak untuk menjagakebersihan
4) Bila nakal tegurlah
5) Bila melakukan kesalahan dengan orang lain biasakan untuk minta maaf
6) Biasakan untuk mengucapkan terimakasih bila ditolong atau diberi sesuatu oleh orang lain.

Alat Peraga Murah : Replika Mesin Uap

Alat Peraga Murah : Replika Mesin Uap


Alat Peraga Murah (APM) Replika Mesin Uap ini diproduksi oleh PSBG Borobudur, Kecamatan Banjar Rejo, Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah. Alat peraga ini dapat dipergunakan untuk menjelaskan perubahan energi kimia menjadi energi panas, menjadi energi uap lalu berubah menjadi energi gerak. Dapat dimanfaatkan pula untuk memvisualisasikan prinsip kerja dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), prinsip kerja kereta api uap dan cara kerja penyulingan.


Bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat peraga ini meliputi Kaleng roti bekas yang berbentuk persegi panjang, kaleng baigon bekas, kaleng cat bekas sedang dan kecil, 3 kaleng obat padi bekas, 2 kaleng bedak purol bekas, pipa tembaga kecil, pipa besi berdiameter 1,5 cm, kaleng sprite bekas, kawat jeruji sepeda , lem besi/plastik stil, 2 cup pentil sepeda bekas, plastik, karet gelang, korek api, air, spirtus dan cat. Sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, palu, tong, gergaji besi.
Cara pembuatan :
  1.  
    1. Tempelkan dua kaleng bedak purol bekas diatas kaleng roti bekas dengan lem plastik stil.
    2. Buatlah lubang dengan paku besar selebar pipa besi yang berdiameter 1,5cm pada kaleng baigon bekas, kemudian tempelkan pipa besi yang berdiameter 1,5 cm dan panjangnya 5 – 10 cm pada kaleng baigon bekas
    3. Tempelkan kaleng baigon bekas diatas dua kaleng bedak purol bekas
    4. Buatlah lubang kecil pada kaleng baigon bekas, masukkan pipa tembaga kecil dan lem dengan plastik stil sampai rapat
    5. Buatlah baling-baling dari kaleng sprite bekas, berilah penyangga kawat/jeruji sepeda dan letakkan baling-baling tersebut diatas kaleng cat bekas kecil
    6. Buatlah kawat penyangga yang di lem dengan kaleng cat bekas sedang
    7. Buatlah 2 sentir yang berasal dari kaleng obat padi bekas yang diisi dengan spirtus
    8. Sebelum api dinyalakan, isilah air ke dalam kaleng baigon bekas secukupnya
    9. Tutuplah pipa dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang
    10. Replika mesin uap dioperasikan
Cara penggunaannya adalah Mengisi air secukupnya pada tabung/kaleng yang atas dan diberi sumber energi panas menggunakan sentir/lilin (lampu minyak) sehingga air akan mendidih dan menguap lewat pipa tembaga kecil dan menyemprot ke baling-baling sehingga baling-baling dapat bergerak.

Alat Peraga Murah: Pemantik Api

Alat Peraga Murah: Pemantik Api

Dari energi cahaya matahari, kita dapat menghasilkan api. Cara yang paling mudah menghasilkan api dari cahaya matahari adalah dengan mengumpulkan berkas-berkas cahaya matahari tersebut ke satu titik menggunakan lensa.Kita dapat membuat alat peraga murah untuk menunjukkan prinsip pembuatan api dari cahaya matahari dan menggunakannnya dalam pembelajaran.
Para guru di PSBG Dirgantara yang berada di Kecamatan Bener Kapupaten Purworejo telah menciptakan alat peraga semacam ini. Mereka menyebutnya: Pemantik Api. Berikut gambaran umum dan cara pembuatan alat peraga tersebut.

Catatan: Tulisan mengenai alat peraga murah Pemantik Api ini dikutip dari WIYATA Newsletter Edisi 7- Juli 2010.

Alat Peraga Murah : Garis Bilangan Bulat

Alat Peraga Murah : Garis Bilangan Bulat

Alat Peraga Murah Garis Bilangan Bulat
Alat Peraga Murah (APM) Garis Bilangan Bulat ini diproduksi oleh PSBG Ki Ageng Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Alat peraga ini bermanfaat untuk mengajarkan materi operasi perhitungan, seperti penjumlahan dan pengurangan.
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
  • Kayu/papan
  • Bambu
  • Kertas Karton/Manila Berwarna
  • Busa/Styrofoam
  • Lem/perekat
  • Spidol



Cara pembuatan :
  • Kayu dipotong memanjang
  • Buat potongan karton seukuran permukaan kayu, kemudian buat tulisan bilangan bulat diatasnya (misalnya -10 sampai dengan 10)
  • Tempelkan tulisan bilangan bulat pada kayu menggunakan lem/perekat
  • Siapkan dua potongan bambu, yang digunakan sebagai dudukan kayu bertuliskan bilangan bulat
  • Hias bambu menggunakan kertas warna, beri tulisan pada batang bambu pertama “Negatif” dan bambu kedua “Positif”
  • Bentuk busa/styrofoam menjadi bentuk mobil, tempelkan pula tanda panah dari kertas ke badan mobil
Cara Penggunaan :
  • Mobil diletakkan di titik nol menghadap ke kanan
  • Apabila bilangan positif mobil bergerak maju jika negatif mobil bergerak mundur
  • Jika dikurangi mobil harus berbalik arah
Tim Produksi :
  • LRC (Learning Resource Coordinator) : Purnomo, S.Pd
  • Ketua PSBG : Muslih, S.Pd
  • PBS 1 : Solikin, S.Pd
  • PBS 2 : Mulyono, S.PdI

Alat Peraga Murah : Aku Butuh Air

Alat Peraga Murah : Aku Butuh Air

Abdul Azis Mappata,Guru MI Yaspi Sambungjawa Makassar dengan hasil karyanya
Abdul Azis Mappata,Guru MI Yaspi Sambungjawa Makassar dengan hasil karyanya
Musim kemarau berkaitan erat dengan kekeringan dan krisis. Jangankan minyak, air saja mengalami krisis. Kondisi tersebut tidak melemahkan kreatifitas guru MI Yaspi Sambungjawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar (binaan DBE2-USAID) untuk membuat alat peraga yang murah atau tidak perlu mahal, bernama “Aku Butuh Air”, buah karya Abdul Azis Mappata,salah seorang guru di sekolah itu. Sebagai guru kelas awal yang melakukan pembelajaran tematik di kelas III, beliau memanfaatkan barang atau bahan bekas untuk dijadikan alat peraga, yang bertujuan agar murid-muridnya dapat mengetahui bahwa semua mahluk hidup membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.
Alat dan bahan : gunting,pulpen/spidol,kardus,kawat,pipet,kaleng bekas (kaleng susu frisian flag) ,benang,bambu kecil,ember cat.
Cara Pembuatan :
  1. Buat motif daun pada kardus (ini dapat diganti dengan  daun yang asli dan mudah didapatkan, seperti daun Mangga).
  2. Tempelken pipet pada bagian bawah daun.
  3. Ikat kawat pada bambu untuk menempelkan daun.
  4. Ikat benang pada ujung tangkai daun kemudian hubungkan ke kaleng.
  5. Tempelkan bambu ke kaleng cat bekas sebagai penyangga pohon.
  6. Isi air di dalam kaleng bekas tadi,maka daun akan terlihat segar atau bergerak seolah sedang mekar.
Kegunaan Alat : untuk membuktikan bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang memerlukan air (Tema Lingkungan).
Apakah Anda penasaran?, kalau penasaran silahkan mencoba

Alat Peraga Murah : Baterai Jeruk

Alat Peraga Murah : Baterai Jeruk

Baterai Jeruk sebagai bukti Alat Peraga Sains tidak perlu mahal
Naiknya harga bahan pokok, bahan bakar minyak dan barang-barang kebutuhan lainnya, tidak membuat gundah sebagaian guru di Gugus 1 Mamajang Kota Makassar, dalam merancang dan menyiapkan Alat Peraga Murah (APM) dengan memanfaatkan barang/bahan bekas dan lingkungan sekitar sebagai sumber dan bahan belajar. Mata Pelajaran Sains/IPA memberikan banyak inspirasi untuk menciptakan sumber energi alternatif,seperti energi listrik dan cahaya yang sangat efektif membantu guru membelajarkan siswa-siswanya. Guru-guru SD Muhammadiyah II Mamajang sebagai salah satu binaan DBE 2, membuat ALat Peraga Sains yang murah, bernama “Baterai Jeruk” dalam ajang KKG II Paket Pembelajaran Sains yang berlangsung tanggal 6 dan 7 Agustus 2008. Apakah anda ingin tahu bagaimana membuatnya?.
Alat dan Bahan :
  1. Jeruk nipis 5 biji
  2. Lempeng seng ukuran 5 cm x 0,5 cm sebanyak 5 lembar
  3. Lempeng tembaga 5 batang ukuran 5 cm x 0,5 cm
  4. Kabel halus
  5. Lampu LED
Cara kerja :
  1. Setiap jeruk ditusuk 4 lempeng seng,yang berfungsi sebagai kutub negatif (-),dan satu lempeng tembaga yang berfungsi sebagai kutub positif (+), dalam satu belahan yang sama pada jeruk.
  2. Lempeng seng pada jeruk yang satu dihubungkn dengan lempeng tembaga pada jeruk yang lain melalui kabel kecil.
  3. Hubungkan dengan lampu LED.
Hasil/kegunannya:
  1. Lampu akan menyala
  2. Menunjukkan atau membuktikan sumber energi listik.

Alat Peraga Murah, Periskop Sederhana

Alat Peraga Murah, Periskop Sederhana

Disaat kebanyakan masyarakat Indonesia kesehariannya disuguhkan berita kekerasan,demonstrasi dimana-mana,keributan massa dan peristiwa anarkis lainnya yang terjadi di Tanah Air kita, waktu terbuang percuma hanya karena kalah atau tidak mau kalah dalam sengketa tanah,pilkada, dan sebagainya. Bukankah lebih baik melakukan hal positif untuk anak bangsa dengan berkarya?. Tanggal 10 sampai 12 Juni 2008, PSBG Karya Mandiri Guru melaksanakan roll-out IW secara mandiri,menghasilkan karya mandiri guru berupa Alat Peraga Murah (APM) “Periskop” yang dapat dipergunakan dalam teaching and learning untuk mata pelajaran IPA SD. APM ini lahir untuk memperkuat Pembelajaran “Penerapan Sifat Cahaya”. Alat ini dapat digunakan untuk mengintai atau melihat benda-benda di balik tembok, sebagai reflikasi sederhana periskop yang pernah dipakai di kapal selam. APM hasil karya Ibu Rahmawati dari SD Kartika Wirabuana 1dan Ibu St.Rasdiana Rajab dari SD Inpres Bertingkat Mamajang III dapat dilihat pada gambar yang diperlihtkan oleh Pak Supriadi salah seorang fasilitator roll-out IW secara mandiri.
Alat/bahan yang digunakan relatif murah dan mudah didapatkan,yaitu:kardus bekas,cermin datar 2 buah ukuran relatif kecil,lem/selotip,busur derajat, dan gunting serta kertas biasa HVS atau kertas koran maupun kertas pembungkus kado.
Cara Pembuatan:
  1. Sediakan dua macam cermin datar,kardus bekas, dan alat pendukung lainnya.
  2. Bagilah kardus menjadi empat bagian yang sama.
  3. Buatlah dua buah persegi kecil.
  4. Potonglah persegi panjang kecil membentuk sudut 45 derajat pada dua sisi yang lain.
  5. Lipatlah kardus membentuk tabung dan rekatkan dengan selotip.
  6. Selipkan cermin datar pada celah bersudut dan rekatkan dengan selotip. Salah satu cermin menghadap ke atas dan yang lainnya menghadap kebawah.
  7. Silahkan mencoba,berkreasi dan penuh inspirasi.
Catatan: APM ini dapat pula dibuat dari pipa paralon ukuran kecil.

Alat Peraga Murah : Pendeteksi Nikotin

Alat Peraga Murah : Pendeteksi Nikotin

Alat Peraga Murah (APM) bernama Pendeteksi Nikotin ini diproduksi oleh PSBG Ki Hajar Dewantara, Kec. Wonosalam, Kab. Demak, Jawa Tengah. Alat peraga ini bermanfaat untuk menunjukkan ke peserta didik akan bahaya racun tembakau (nikotin).
Bahan yang dibutuhkan : Toples plasteik kecil, 2 buah selang plastik seukuran rokok, kapas, lem plastik dan paku besar untuk melubangi plastik serta alat lain yang relevan.
Cara membuat : Tutup plastik dilubangi sebesar selang, lalu pasang lubang pada lobang tersebut, jangan lupa di-lem supaya rapat. Masukkan kapas pada plastik.
Cara penggunaan : Pasang rokok pada salah satu ujung selang, kemudian gunakan ujung selang yang lain untuk menghisapnya. Amati kapas yang ada pada toples plastik dan catat apa yang terjadi. Tampak kapas berwarna kekuning-kuningan, warna kuning itulah yang merupakan Nikotin.
Alat ini diproduksi oleh : Muhajir, S.Ag (LRC), Suparyati, A.Ma Pd (Ketua PSBG), Kasturi (PBS 1) dan Hj. Rustiyati (PBS 2)

Alat Peraga Murah : Cara Kerja Lensa Mata

Alat Peraga Murah : Cara Kerja Lensa Mata

Artikel Alat Peraga Murah (APM) kali ini datang dari PSBG Kendalisada, Kec. Gebang, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Alat peraga ini bernama “Cara Kerja Lensa Mata”, yang berguna untuk menjelaskan prinsip dan cara kerja lensa mata kepada para anak didik.
Bahan yang dibutuhkan : Papan (1 lembar), Pipa paralon, Balon (warna bening), Tripleks berlapis melamin, Plastisin (malam), Lilin, Karet selang (karet ketapel), Suntikan.
Cara pembuatan : Papan dibentuk siku-siku. Paralon bekas dipotong sepanjang 4 cm. Pada bagian atas potongan paralon dilubangi sebesar sedotan gelas air minum mineral. Masukkan potongan paralon kedalam balon. Isi balon dengan air (kira-kira 90%). Sambung sedotan aqua dengan pentil, pasang pula suntikan bekas di ujung yang satunya
Cara penggunaan : Isi air pada lensa sampai penuh. Lalu nyalakan lilin. Pompalah air menggunakan suntikan sehingga balon akan keliatan mengembang dan mengempis. Amati perubahan yang terjadi.
Alat peraga ini diproduksi oleh : Bapak Muhasim (LRC), Marno (Ketua PSBG), Warsono (PBS1), Anisa Yuliyanto (PBS2).

Alat Peraga Murah : Replika Jantung

Alat Peraga Murah : Replika Jantung

Alat Peraga Murah Replika Jantung
Alat Peraga Murah Replika Jantung
Latar belakang pembuatan Alat :
- Belum ada APM jantung yang digunakan untuk mempelajari dan menjelaskan proses peredaran darah ke seluruh tubuh.
- Perlu adanya alat peraga sirkulasi darah agar siswa mudah memahami bagaimana proses peredaran darah bisa terjadi.

Tujuan Pembuatan Alat :
- Untuk menguji kebenaran teori yang telah dipelajari dari buku IPA, yang sampai saat ini belum mempunyai alat yang menggambarkan proses peredaran darah dilihat secara transparan.

Teknik Pembuatan Alat :

Bahan dan Alat :
6 buah botol plastik bekas minyak wangi.
3,5 selang kecil
2 buah gotri kecil
2 buar per kecil
Air dan pewarna merah darah.

Cara Pembuatan Alat
Jantung membutuhkan 4 buah botol ( 2 buah botol untuk serambi kiri dan kanan, dan 2 buah botol untuk bilik kiri dan kanan )
Katup Jantung butuh selang, 2 buah gotri, dan 2 buah per yang bisa bergerak membuka dan menutup.
Pembuluh Darah menggunakan selang kecil
Paru-paru dan tubuh masing masing menggunakan 1 buah botol.
Bahan-bahan tersebut kami rangkai menjadi alat peraga sirkulasi darah.

Cara Kerja Alat :
- Ketika Bilik kiri Jantung buatan ditekan air akan mengalir dari bilik kiri menuju keseluruh tubuh melalui pembuluh nadi, kemudian menuju keserambi kanan melalui pembuluh balik. Air tidak bisa masuk ke serambi kiri karena katub jantung kiri menutup dan katup kanan akan terbuka ketika bilik kiri ditekan.
- Begitu juga ketika bilik kanan ditekan air akan mengalir dari bilik kanan menuju ke paru-paru melalui pembuluh nadi paru-paru kemudian menuju ke serambi kiri melalui pembuluh balik paru-paru. Air tidak masuk ke ke serambi kanan karena katub jantung kanan akan menutup dan katupkana akan terbuka ketika bilik kanan ditekan.
- Begitu seterusnya cara kerja alat “ Gambaran fungsi jantung terhadap sirkulasi darah dilihat cecara transparan “ karena semua bahan dibuat dari bahan yang transparan.

Fungsi dan Kegunaan Alat.
- Alat IPA ini berfungsi sebagai replikasi sederhana jantung
- Gambaran sirkulasi darah dilihat secara transparan.
- Digunakan sebagai alat peraga bagi guru ketika menyampaikan materi tentang peredaran darah.

Kesimpulan.
- Peningkatan prestasi siswa ditentukan oleh usaha dan kemauan yang tinggi dari siswa itu sendiri, disamping bimbingan orang tua maupun guru.
- Untuk menunjang keberhasilan tersebut kami mencoba berkarya untuk membuat alat belajar IPA tentang proses peredaran darah.
- Mudah mudahan alat IPA ini bermanfaat bagi teman-teman pecinta IPA khusunya, dan dunia pendidikan pada umumnya.
Penulis mempresentasikan Replika Jantung pada lomba APM Yang diselenggarakan oleh DBE2 Semarang.
Penulis mempresentasikan Replika Jantung pada lomba APM Yang diselenggarakan oleh DBE2 Semarang.
Alat IPA ini dibuat oleh : Subyanto (LRC PSBG Dwarawati Gugus Abu Umar Blora). Silakan teman-teman untuk mencoba membuatnya.
Ditulis : Subyanto (LRC  Kab. Blora Jawa-Tengah)

Alat Peraga Murah : Corong Berhitung dari Makassar

Alat Peraga Murah : Corong Berhitung dari Makassar

APM Corong berhitung, sedang diperagakan di ajang KKG.
APM Corong berhitung, sedang diperagakan di ajang KKG.
Membuat Alat Peraga Murah (APM) untuk digunakan dalam pembelajaran tidaklah rumit. Modal niat yang tulus atau keinginan yang mulia memajukan anak bangsa melalui pendidikan di bangku SD sejak awal menjadi spirit berharga menciptakan karya nyata agar murid-murid menjadi betah dan tertarik bahkan menyenangkan mempelajari pelajaran seperti Matematika yang selama ini menjadi momok bagi sebagian anak.
Membelajarkan anak didik dengan cara PAKEM, PAKEMI, PAIKEM atau istilah lainnya yang sejenis berkonotasi Active Learning bukan hanya hiasan di bibir semata. Dibutuhkan kreatifitas guru untuk mewujudkannya. Salah satu cara mewujudkan hal itu adalah melahirkan APM berinisial ”Corong” sebagai alat yang dapat digunakan dalam pembelajaran tematik di kelas awal terutama memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak pelajaran Matematika yang bermakna.
Seperti apakah corong itu?.
Siapkan alat berupa gunting, mistar, cutter, pensil, dan paku. Jangan lupa bahan-bahan yang murah meriah dan dapat ditemukan di lingkungan sekitar seperti kardus, karton warna, lem kertas, tali, plester, bijibijian yang dapat diambil atau di buat dari biji semangka yang dikeringkan atau biji kacang hijau, plester, 10 botol bekas air mineral ukuran sedang, gantungan gorden sebanyak 13 buah, kartu angka/bilangan dari map bekas yang digunting.

Tahukah anda cara membuatnya?
1. Potong botol air mineral menggunakan cutter. Ambil bagian atasnya saja.
2. Susun mendatar ke 10 bagian atas botol tersebut di atas permukaan kardus. Atur jaraknya, kemudian buat lubang sebesar mulut botol. Setelah itu masukkan mulut botol ke lubang yang telah dibuat pada kardus sehingga botol ersusun rapi dan tidak bergeser.
3. Potong kardus menggunakan catter sehingga membentuk sebuah balok dengan panjang disesuaikan dengan lebar botol yang tersusun.
4. Buat laci di salah satu bagian panjang kardus di mana botol terletak di bagian bawah atasnya. Buatkan pegangan laci dari tali.
5. Setelah lacinya jadi, buatlah latar (bentuk bebas). Pada latar pasang gantungan gorden secara mendatar sejajar dengan jarak botol.
6. Tempel latar tersebut pada salah satu sisi kardus yang bertolak belakang dengan sisi laci bebrbentuk balok.
Cara Menggunakannya Bagaimana?.
1. Gantung angka pada gantungan gorden sehingga membentuk penjumlahan berulang.
2. Masukkan biji-bijian ke dalam tiap botol sesuai jumlah angka yang tergantung.
3. Tarik laci untuk mengetahui hasil dari perkalian dengan menghitung jumlah biji-bijian.
Indikator apa yang ingin dicapai?.
- Dapat mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang dengan menggunakan corong.

Alat Peraga Murah : Kompor Alternatif

Alat Peraga Murah : Kompor Alternatif

Sumber Energi Panas Alternatif
Sumber Energi Panas Alternatif
Alat Peraga Murah Sumber Energi Panas ini dibuat oleh PSBG Borobudur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dengan memanfaatkan kaleng dan limbah kayu, alat peraga ini dapat dijadikan pula sebagai sumber energi alternatif selain kompor minyak tanah.
Alat dan bahan yang digunakan :
Kaleng bekas roti, gunting, dua buah botol, dan limbah gergajian kayu (taen grajen)
Cara Pembuatan :
1. Sediakan satu buah kaleng roti
2. Lubangi kaleng tersebut bagian samping bawah sebesar botol Sprite dengan menggunakan gunting.
Cara penggunaan kompor alternatif :

1. Siapkan kaleng yang sudah dilubangi bagian sampingnya.
2. Masukkan sebuah botol dari lubang samping dan sebuah botol dari atas
3. Masukkan limbah gergajian ( taen grajen ) ke dalam kaleng tersebut.
tepat di tengah-tengah kaleng.
4. Tekan-tekan limbah gergajian didalam kaleng hingga padat.
5. Kalau sudah padat , ambil botol dari dalam kaleng sehingga terbentuklah
rongga udara dari samping tembus ke atas.
6. Ambil kayu kecil, nyalakan dan masukkan melalui lubang sebelah
samping, kemudian kompor alternatif siap digunakan
Ditulis oleh : Sarjono ( LRC Gugus Borobudur Banjarejo Blora )

Alat Peraga Murah : Kartu Domino Pecahan

Alat Peraga Murah : Kartu Domino Pecahan

dscf05342
Pada kenyataan yang dapat kita amati , hasil belajar matematika tidak sesuai dengan yang diharapkan . Banyak siswa yang kesulitan memahami konsep-konsep matematika yang mereka pelajari. Hal ini diperparah dengan sikap pasif karena menganggap apa yang dipelajari tidak ada kaitannya dengan kehidupannya sehari-hari/non kontektual.
Kartu domino pecahan sebagai media pembelajaran dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam mengatasi pemahaman pecahan . Media ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran menulis dan membaca pecahan dengan gambar dan membandingkan pecahan yang berpenyebut sama. Media ini sangat sederhana, dan terkait dengan kehidupan sehari-hari.
Ditulis Oleh : Niniek (PBS Kabupaten Blora, Jawa Tengah)

Alat Peraga Murah : Meriah (Mentari Ceriah) Memberi Gairah Kehidupan

Alat Peraga Murah : Meriah (Mentari Ceriah) Memberi Gairah Kehidupan

Manusia diberi akal pikiran untuk mengembangkan kreatifitas menjalani kehidupan di muka bumi ini. Hal ini yang mengilhami guru-guru MI Yaspi Sambungjawa, Kecamatan Mamajang Kota Makassar dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Alam ini penuh rahasia, dan ilmu tidaklah bertepi. Matahari sebagai pusat Tata Surya yang sepanjang tahun memancarkan cahayanya di negara tropis, seperti Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai alat peraga yang paling murah karena persediaannya selalu ada dan tak terbatas.
APM Meriah (Mentari Ceriah) sedang mekar
APM Meriah (Mentari Ceriah) sedang mekar
MI Yaspi Sambunjawa sebagai salah satu sekolah binaan DBE2 memanfaatkan momentum itu, untuk membuat dan menyiapkan Alat Peraga Murah (APM) dengan nama ”Meriah (Mentari Ceriah)”, memberi gairah kehidupan bagi mahkluk hidup di muka bumi.
Alat dan Bahan: Gunting, kertas marmer, kawat, pipet, benang, lem, plastik minyak refill, bambu, cat dan pot plastik.
Cara Pembuatan:
1. Buat motif daun pada kertas marmer kemudian digunting.
2. Tempelkan pipet pada bagian bawah daun
3. Ikat kawat pada bambu untuk tempat daun dan plastik minyak refill yang digunting 2 x 6 cm.
4. Ikat benang pada ujung tangkai daun lalu hubungkan ke potongan plastik bekas minyak refill yang telah diolesi lem.
5. Tempelkan atau masukkan bambu ke pot plastik sebagai penyangga.
6. Letakkan bunga di bawah terik matahari maka daun akan terlihat segar atau bergerak seolah sedang mekar.
Kegunaan Alat:
Untuk membuktikan bahwa matahari merupakan sumber energi untuk proses fotosintetis (ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup), tumbuhan yang dikenai cahaya matahari, energi gerak hal-hal yang mempengaruhi gerak benda.
Kompotensi dasar yang ingin dicapai dalam pembelajaran Sains/IPA SD adalah: 1) Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup; 2) Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya.
Jika berminat, dapat mencoba membuat APM Meriah!
APM "Meriah" dipamerkan dalan ajang Festival APM PSBG "Karya Mandiri Guru"
APM "Meriah" dipamerkan dalan ajang Festival APM PSBG " Karya Mandiri Guru"

Alat Peraga Murah : Rangkaian Paralel

Alat Peraga Murah : Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel
Alat Peraga Sederhana : Rangkaian Paralel
Alat Peraga Murah (APM) Rangkaian Paralel ini berguna untuk memperagakan kepada para siswa tentang bagaimana cara kerja rangkaian listrik secara paralel.
Alat dan Bahan :
  1. Paku
  2. Triplek
  3. Palu
  4. Lampu (bohlam kecil)
  5. Kabel
  6. Saklar
  7. Batere (1.5v, 2 buah)
Cara pembuatan :
Triplek atau papan di buat persegi panjang atau kotak,kemudian kabel di rangkai atau di solder dilekatkan dengan paku sesuai dengan bentuk yang kita inginkan sambungkan kabel dengan viting (tempat lampu )sesudah di solder masukkan lampu dan hubungkan dengan baterai.

Praktek Membuat Alat Peraga yang Mudah

Praktek Membuat Alat Peraga yang Mudah

Ketika melakukan browsing di belantara internet untuk mencari contoh alat peraga yang bisa kami praktekkan cara
membuatnya, kami tiba di salah satu halaman internet yang beralamat di http://apakabarpsbg.wordpress.com/ yang di
beberapa halamannya menyajikan beberapa contoh alat peraga pendidikan yang dibuat dengan alat dan bahan yang
sangat sederhana. Setelah membaca dengan seksama kami akhirnya memutuskan untuk membuat beberapa alat
peraga pada saat liburan Dhany dan Izan nanti. Beberapa Alat Peraga yang akan kami buat tersebut, kutipan artikel
lengkapnya adalah sbb :
Alat Peraga - Battery dari Buah Jeruk
Naiknya harga bahan pokok, bahan bakar minyak dan barang-barang kebutuhan lainnya, tidak membuat gundah
sebagaian guru di Gugus 1 Mamajang Kota Makassar, dalam merancang dan menyiapkan Alat Peraga Murah (APM)
dengan memanfaatkan barang/bahan bekas dan lingkungan sekitar sebagai sumber dan bahan belajar.
Mata Pelajaran Sains/IPA memberikan banyak inspirasi untuk menciptakan sumber energi alternatif,seperti energi listrik
dan cahaya yang sangat efektif membantu guru membelajarkan siswa-siswanya. Guru-guru SD Muhammadiyah II
Mamajang sebagai salah satu binaan DBE 2, membuat ALat Peraga Sains yang murah, bernama "Baterai Jeruk" dalam
ajang KKG II Paket Pembelajaran Sains yang berlangsung tanggal 6 dan 7 Agustus 2008.
Apakah anda ingin tahu bagaimana membuatnya?.
Alat dan Bahan :
Jeruk nipis 5 biji
Lempeng seng ukuran 5 cm x 0,5 cm sebanyak 5 lembar
Lempeng tembaga 5 batang ukuran 5 cm x 0,5 cm
Kabel halus
Lampu LED
Cara kerja :
Setiap jeruk ditusuk 4 lempeng seng,yang berfungsi sebagai kutub negatif (-),dan satu lempeng tembaga yang berfungsi sebagai kutub positif (+), dalam satu belahan yang sama pada jeruk.
Lempeng seng pada jeruk yang satu dihubungkn dengan lempeng tembaga pada jeruk yang lain melalui kabel kecil.
Hubungkan dengan lampu LED.
Hasil/kegunannya:
Lampu akan menyala
Menunjukkan atau membuktikan sumber energi listik.

Alat Peraga Murah : Replika Mesin Uap
Alat Peraga Murah (APM) Replika Mesin Uap ini diproduksi oleh PSBG Borobudur, Kecamatan Banjar Rejo, Kabupaten
Blora, Propinsi Jawa Tengah. Alat peraga ini dapat dipergunakan untuk menjelaskan perubahan energi kimia menjadi
energi panas, menjadi energi uap lalu berubah menjadi energi gerak. Dapat dimanfaatkan pula untuk memvisualisasikan
prinsip kerja dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), prinsip kerja kereta api uap dan cara kerja penyulingan.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat peraga ini meliputi Kaleng roti bekas yang berbentuk persegi panjang,
kaleng baigon bekas, kaleng cat bekas sedang dan kecil, 3 kaleng obat padi bekas, 2 kaleng bedak purol bekas, pipa
tembaga kecil, pipa besi berdiameter 1,5 cm, kaleng sprite bekas, kawat jeruji sepeda , lem besi/plastik stil, 2 cup pentil
sepeda bekas, plastik, karet gelang, korek api, air, spirtus dan cat. Sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, palu,
tong, gergaji besi.
Cara pembuatan :
Tempelkan dua kaleng bedak purol bekas diatas kaleng roti bekas dengan lem plastik stil.
Buatlah lubang dengan paku besar selebar pipa besi yang berdiameter 1,5cm pada kaleng baigon bekas, kemudian
tempelkan pipa besi yang berdiameter 1,5 cm dan panjangnya 5 - 10 cm pada kaleng baigon bekas
Tempelkan kaleng baigon bekas diatas dua kaleng bedak purol bekas
Buatlah lubang kecil pada kaleng baigon bekas, masukkan pipa tembaga kecil dan lem dengan plastik stil sampai rapat
Buatlah baling-baling dari kaleng sprite bekas, berilah penyangga kawat/jeruji sepeda dan letakkan baling-baling
tersebut diatas kaleng cat bekas kecil
Buatlah kawat penyangga yang di lem dengan kaleng cat bekas sedang
Buatlah 2 sentir yang berasal dari kaleng obat padi bekas yang diisi dengan spirtus
Sebelum api dinyalakan, isilah air ke dalam kaleng baigon bekas secukupnya
Tutuplah pipa dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang
Replika mesin uap dioperasikan
Cara penggunaannya adalah Mengisi air secukupnya pada tabung/kaleng yang atas dan diberi sumber energi panas
menggunakan sentir/lilin (lampu minyak) sehingga air akan mendidih dan menguap lewat pipa tembaga kecil dan
menyemprot ke baling-baling sehingga baling-baling dapat bergerak.
Tim Produksi :
LRC (Learning Resource Coordinator) : Drs. Sujito
Ketua PSBG : Karyono
PBS 1 : Purwanto, S.Pd
PBS 2 : Sri Suwarni, S.Pd
Alat Peraga Murah : Aku Butuh Air
Abdul Azis Mappata,Guru MI Yaspi Sambungjawa Makassar dengan hasil karyanya
Musim kemarau berkaitan erat dengan kekeringan dan krisis. Jangankan minyak, air saja mengalami krisis. Kondisi
tersebut tidak melemahkan kreatifitas guru MI Yaspi Sambungjawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar (binaan DBE2-
USAID) untuk membuat alat peraga yang murah atau tidak perlu mahal, bernama "Aku Butuh Air", buah karya Abdul
Azis Mappata,salah seorang guru di sekolah itu. Sebagai guru kelas awal yang melakukan pembelajaran tematik di kelas
III, beliau memanfaatkan barang atau bahan bekas untuk dijadikan alat peraga, yang bertujuan agar murid-muridnya
dapat mengetahui bahwa semua mahluk hidup membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.
Alat dan bahan : gunting,pulpen/spidol,kardus,kawat,pipet,kaleng bekas (kaleng susu frisian flag) ,benang,bambu kecil,ember cat.
Cara Pembuatan :
Buat motif daun pada kardus (ini dapat diganti dengan daun yang asli dan mudah didapatkan, seperti daun Mangga).
Tempelken pipet pada bagian bawah daun.
Ikat kawat pada bambu untuk menempelkan daun.
Ikat benang pada ujung tangkai daun kemudian hubungkan ke kaleng.
Tempelkan bambu ke kaleng cat bekas sebagai penyangga pohon.
Isi air di dalam kaleng bekas tadi,maka daun akan terlihat segar atau bergerak seolah sedang mekar.
Kegunaan Alat : untuk membuktikan bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang memerlukan air (Tema Lingkungan)

Alat Peraga Murah : Lampu Pelita Sederhana
Di Bulan Juli dan Agustus 2008 ini diberbagai sudut kota Makassar, terutama malam hari pemadaman listrik secara
bergilir dilakukan. Pemerintah mengumumkan krisis energi listik, sehingga gerakan hemat listrik digalakkan. Krisis energi
listrik turut menambah daftar panjang krisis yang menimpa negeri ini, termasuk krisis bahan bakar minyak.
Pusat Sumber Belajar Gugus "Karya Mandiri Guru" Gugus 1 Mamajang, menginventaris beberapa Alat Peraga Murah
(APM) yang dibuat oleh guru-guru binaan DBE2. Alhasil guru-guru SD Kartika Wirabuana 1 menyumbangkan ide kreatif
membuat pelita sederhana yang berfungsi ganda,selain sebagai alat peraga sains penerapan prinsip kapilaritas,juga
berfungsi sebagai alat penerang alternaif dengan mendaur ulang bahan-bahan bekas dan memanfaatkan bahan bakar
alternatif yang murah dan hemat energi, apalagi saat terjadi pemadaman listrik secara bergilir. Anda ingin mencoba?
Alat dan Bahan : Tutup botol,paku,palu,piring aluminium,kapas,korak api,minyak goreng bekas.
Cara Pembuatan :
Siapkan alat dan bahan
Lubangi tutup botol dengan menggunakan paku
Masukkan ujung kapas ke dalam lubang tutup botol,sisakan sebagaian kapas di bagian bawah dari tutup botol. Tuangkan minyak kelapa bekas yang tidak terpakai lagi pada piring aluminium.
Letakkan tutup botol tersebut di atas piring.
Bakarlah kapas yang berada pada bagian alas dari tutup botol
Amati apa yang terjadi, selamat mencoba sendiri!
Pelita sederhana penerang alternatif di saat pemadaman bergilir

Alat Peraga Murah : Tata Surya
Alat peraga ini digunakan untuk mengetahui jarak matahari dengan planet-planet lain yang mengitarinya. Bola kecil
digambarkan sebagai planet-planet dan bola besar menunjukkan matahari. Letak bola semakin ke bawah akan
menunjukkan bahwa planet itu letaknya semakin jauh dengan matahari.
Bahan yang digunakan :
Tampilan Alat Peraga Tata Surya
Bahan : Bola pingpong 9 buah, Kawat, Paralon kecil, Papan
Alat : Gergaji, Paku, Lem, Tang
Cara Pembuatan :
1. Paralon dipotong lalu dilubangi dengan paku
2. kawat dilengkungkan lalu dimasukkan dalam lubang paralon
3. Bola pingpong 9 buah dilubangi kemudian ditusukkan pada kawat
4. Bola tenes ditempelkan pada ujung kawat sebagai matahari
5. Papan sebagai alas / tatakan untuk paralon agar dapat berdiri
Manfaat Alat Peraga :
1. Memudahkan untuk disampaikan pada anak
2. Anak mudah menerima pelajaran
3. Anak cepat mengingat apa yang dilihat
Cara Penggunaan :
Letakkan alat peraga pada posisi tegak sehingga akan terlihat susunan tata surya yang terdiri dari matahari dan planet-
planet lain ,dimana matahari sebagai pusat tata surya.

Alat Peraga Murah : Cara Kerja Lensa Mata
Artikel Alat Peraga Murah (APM) kali ini datang dari PSBG Kendalisada, Kec. Gebang, Kab. Purworejo, Jawa Tengah.
Alat peraga ini bernama "Cara Kerja Lensa Mata", yang berguna untuk menjelaskan prinsip dan cara kerja lensa mata
kepada para anak didik.
Bahan yang dibutuhkan : Papan (1 lembar), Pipa paralon, Balon (warna bening), Tripleks berlapis melamin, Plastisin
(malam), Lilin, Karet selang (karet ketapel), Suntikan.
Cara pembuatan : Papan dibentuk siku-siku. Paralon bekas dipotong sepanjang 4 cm. Pada bagian atas potongan
paralon dilubangi sebesar sedotan gelas air minum mineral. Masukkan potongan paralon kedalam balon. Isi balon
dengan air (kira-kira 90%). Sambung sedotan aqua dengan pentil, pasang pula suntikan bekas di ujung yang satunya
Cara penggunaan : Isi air pada lensa sampai penuh. Lalu nyalakan lilin. Pompalah air menggunakan suntikan sehingga
balon akan keliatan mengembang dan mengempis. Amati perubahan yang terjadi.
Alat peraga ini diproduksi oleh : Bapak Muhasim (LRC), Marno (Ketua PSBG), Warsono (PBS1), Anisa Yuliyanto
(PBS2).

Alat Peraga Murah : Pendeteksi Nikotin
Alat Peraga Murah (APM) bernama Pendeteksi Nikotin ini diproduksi oleh PSBG Ki Hajar Dewantara, Kec. Wonosalam,
Kab. Demak, Jawa Tengah. Alat peraga ini bermanfaat untuk menunjukkan ke peserta didik akan bahaya racun
tembakau (nikotin).
Bahan yang dibutuhkan : Toples plasteik kecil, 2 buah selang plastik seukuran rokok, kapas, lem plastik dan paku besar
untuk melubangi plastik serta alat lain yang relevan.
Cara membuat : Tutup plastik dilubangi sebesar selang, lalu pasang lubang pada lobang tersebut, jangan lupa di-lem
supaya rapat. Masukkan kapas pada plastik.
Cara penggunaan : Pasang rokok pada salah satu ujung selang, kemudian gunakan ujung selang yang lain untuk
menghisapnya. Amati kapas yang ada pada toples plastik dan catat apa yang terjadi. Tampak kapas berwarna kekuning-
kuningan, warna kuning itulah yang merupakan Nikotin.
Alat ini diproduksi oleh : Muhajir, S.Ag (LRC), Suparyati, A.Ma Pd (Ketua PSBG), Kasturi (PBS 1) dan Hj. Rustiyati (PBS
2)

Alat Peraga Murah, Periskop Sederhana
Disaat kebanyakan masyarakat Indonesia kesehariannya disuguhkan berita kekerasan,demonstrasi dimana-
mana,keributan massa dan peristiwa anarkis lainnya yang terjadi di Tanah Air kita, waktu terbuang percuma hanya
karena kalah atau tidak mau kalah dalam sengketa tanah,pilkada, dan sebagainya. Bukankah lebih baik melakukan hal
positif untuk anak bangsa dengan berkarya?.
Tanggal 10 sampai 12 Juni 2008, PSBG Karya Mandiri Guru melaksanakan roll-out IW secara mandiri,menghasilkan
karya mandiri guru berupa Alat Peraga Murah (APM) "Periskop" yang dapat dipergunakan dalam teaching and learning
untuk mata pelajaran IPA SD. APM ini lahir untuk memperkuat Pembelajaran "Penerapan Sifat Cahaya".
Alat ini dapat digunakan untuk mengintai atau melihat benda-benda di balik tembok, sebagai reflikasi sederhana
periskop yang pernah dipakai di kapal selam. APM hasil karya Ibu Rahmawati dari SD Kartika Wirabuana 1dan Ibu
St.Rasdiana Rajab dari SD Inpres Bertingkat Mamajang III dapat dilihat pada gambar yang diperlihtkan oleh Pak
Supriadi salah seorang fasilitator roll-out IW secara mandiri.
Alat/bahan yang digunakan relatif murah dan mudah didapatkan,yaitu:kardus bekas,cermin datar 2 buah ukuran relatif
kecil,lem/selotip,busur derajat, dan gunting serta kertas biasa HVS atau kertas koran maupun kertas pembungkus kado.
Cara Pembuatan:
Sediakan dua macam cermin datar,kardus bekas, dan alat pendukung lainnya.
Bagilah kardus menjadi empat bagian yang sama.
Buatlah dua buah persegi kecil.
Potonglah persegi panjang kecil membentuk sudut 45 derajat pada dua sisi yang lain.
Lipatlah kardus membentuk tabung dan rekatkan dengan selotip.
Selipkan cermin datar pada celah bersudut dan rekatkan dengan selotip. Salah satu cermin menghadap ke atas dan
yang lainnya menghadap kebawah.
Silahkan mencoba,berkreasi dan penuh inspirasi.
Catatan: APM ini dapat pula dibuat dari pipa paralon ukuran kecil.

Praktek Membuat Alat Peraga yang Mudah

Ketika melakukan browsing di belantara internet untuk mencari contoh alat peraga yang bisa kami praktekkan cara
membuatnya, kami tiba di salah satu halaman internet yang beralamat di http://apakabarpsbg.wordpress.com/ yang di
beberapa halamannya menyajikan beberapa contoh alat peraga pendidikan yang dibuat dengan alat dan bahan yang
sangat sederhana. Setelah membaca dengan seksama kami akhirnya memutuskan untuk membuat beberapa alat
peraga pada saat liburan Dhany dan Izan nanti. Beberapa Alat Peraga yang akan kami buat tersebut, kutipan artikel
lengkapnya adalah sbb :
Alat Peraga - Battery dari Buah Jeruk
Naiknya harga bahan pokok, bahan bakar minyak dan barang-barang kebutuhan lainnya, tidak membuat gundah
sebagaian guru di Gugus 1 Mamajang Kota Makassar, dalam merancang dan menyiapkan Alat Peraga Murah (APM)
dengan memanfaatkan barang/bahan bekas dan lingkungan sekitar sebagai sumber dan bahan belajar.
Mata Pelajaran Sains/IPA memberikan banyak inspirasi untuk menciptakan sumber energi alternatif,seperti energi listrik
dan cahaya yang sangat efektif membantu guru membelajarkan siswa-siswanya. Guru-guru SD Muhammadiyah II
Mamajang sebagai salah satu binaan DBE 2, membuat ALat Peraga Sains yang murah, bernama "Baterai Jeruk" dalam
ajang KKG II Paket Pembelajaran Sains yang berlangsung tanggal 6 dan 7 Agustus 2008.
Apakah anda ingin tahu bagaimana membuatnya?.
Alat dan Bahan :
Jeruk nipis 5 biji
Lempeng seng ukuran 5 cm x 0,5 cm sebanyak 5 lembar
Lempeng tembaga 5 batang ukuran 5 cm x 0,5 cm
Kabel halus
Lampu LED
Cara kerja :
Setiap jeruk ditusuk 4 lempeng seng,yang berfungsi sebagai kutub negatif (-),dan satu lempeng tembaga yang berfungsi sebagai kutub positif (+), dalam satu belahan yang sama pada jeruk.
Lempeng seng pada jeruk yang satu dihubungkn dengan lempeng tembaga pada jeruk yang lain melalui kabel kecil.
Hubungkan dengan lampu LED.
Hasil/kegunannya:
Lampu akan menyala
Menunjukkan atau membuktikan sumber energi listik.

Alat Peraga Murah : Replika Mesin Uap
Alat Peraga Murah (APM) Replika Mesin Uap ini diproduksi oleh PSBG Borobudur, Kecamatan Banjar Rejo, Kabupaten
Blora, Propinsi Jawa Tengah. Alat peraga ini dapat dipergunakan untuk menjelaskan perubahan energi kimia menjadi
energi panas, menjadi energi uap lalu berubah menjadi energi gerak. Dapat dimanfaatkan pula untuk memvisualisasikan
prinsip kerja dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), prinsip kerja kereta api uap dan cara kerja penyulingan.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat peraga ini meliputi Kaleng roti bekas yang berbentuk persegi panjang,
kaleng baigon bekas, kaleng cat bekas sedang dan kecil, 3 kaleng obat padi bekas, 2 kaleng bedak purol bekas, pipa
tembaga kecil, pipa besi berdiameter 1,5 cm, kaleng sprite bekas, kawat jeruji sepeda , lem besi/plastik stil, 2 cup pentil
sepeda bekas, plastik, karet gelang, korek api, air, spirtus dan cat. Sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, palu,
tong, gergaji besi.
Cara pembuatan :
Tempelkan dua kaleng bedak purol bekas diatas kaleng roti bekas dengan lem plastik stil.
Buatlah lubang dengan paku besar selebar pipa besi yang berdiameter 1,5cm pada kaleng baigon bekas, kemudian
tempelkan pipa besi yang berdiameter 1,5 cm dan panjangnya 5 - 10 cm pada kaleng baigon bekas
Tempelkan kaleng baigon bekas diatas dua kaleng bedak purol bekas
Buatlah lubang kecil pada kaleng baigon bekas, masukkan pipa tembaga kecil dan lem dengan plastik stil sampai rapat
Buatlah baling-baling dari kaleng sprite bekas, berilah penyangga kawat/jeruji sepeda dan letakkan baling-baling
tersebut diatas kaleng cat bekas kecil
Buatlah kawat penyangga yang di lem dengan kaleng cat bekas sedang
Buatlah 2 sentir yang berasal dari kaleng obat padi bekas yang diisi dengan spirtus
Sebelum api dinyalakan, isilah air ke dalam kaleng baigon bekas secukupnya
Tutuplah pipa dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang
Replika mesin uap dioperasikan
Cara penggunaannya adalah Mengisi air secukupnya pada tabung/kaleng yang atas dan diberi sumber energi panas
menggunakan sentir/lilin (lampu minyak) sehingga air akan mendidih dan menguap lewat pipa tembaga kecil dan
menyemprot ke baling-baling sehingga baling-baling dapat bergerak.
Tim Produksi :
LRC (Learning Resource Coordinator) : Drs. Sujito
Ketua PSBG : Karyono
PBS 1 : Purwanto, S.Pd
PBS 2 : Sri Suwarni, S.Pd
Alat Peraga Murah : Aku Butuh Air
Abdul Azis Mappata,Guru MI Yaspi Sambungjawa Makassar dengan hasil karyanya
Musim kemarau berkaitan erat dengan kekeringan dan krisis. Jangankan minyak, air saja mengalami krisis. Kondisi
tersebut tidak melemahkan kreatifitas guru MI Yaspi Sambungjawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar (binaan DBE2-
USAID) untuk membuat alat peraga yang murah atau tidak perlu mahal, bernama "Aku Butuh Air", buah karya Abdul
Azis Mappata,salah seorang guru di sekolah itu. Sebagai guru kelas awal yang melakukan pembelajaran tematik di kelas
III, beliau memanfaatkan barang atau bahan bekas untuk dijadikan alat peraga, yang bertujuan agar murid-muridnya
dapat mengetahui bahwa semua mahluk hidup membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.
Alat dan bahan : gunting,pulpen/spidol,kardus,kawat,pipet,kaleng bekas (kaleng susu frisian flag) ,benang,bambu kecil,ember cat.
Cara Pembuatan :
Buat motif daun pada kardus (ini dapat diganti dengan daun yang asli dan mudah didapatkan, seperti daun Mangga).
Tempelken pipet pada bagian bawah daun.
Ikat kawat pada bambu untuk menempelkan daun.
Ikat benang pada ujung tangkai daun kemudian hubungkan ke kaleng.
Tempelkan bambu ke kaleng cat bekas sebagai penyangga pohon.
Isi air di dalam kaleng bekas tadi,maka daun akan terlihat segar atau bergerak seolah sedang mekar.
Kegunaan Alat : untuk membuktikan bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang memerlukan air (Tema Lingkungan)

Alat Peraga Murah : Lampu Pelita Sederhana
Di Bulan Juli dan Agustus 2008 ini diberbagai sudut kota Makassar, terutama malam hari pemadaman listrik secara
bergilir dilakukan. Pemerintah mengumumkan krisis energi listik, sehingga gerakan hemat listrik digalakkan. Krisis energi
listrik turut menambah daftar panjang krisis yang menimpa negeri ini, termasuk krisis bahan bakar minyak.
Pusat Sumber Belajar Gugus "Karya Mandiri Guru" Gugus 1 Mamajang, menginventaris beberapa Alat Peraga Murah
(APM) yang dibuat oleh guru-guru binaan DBE2. Alhasil guru-guru SD Kartika Wirabuana 1 menyumbangkan ide kreatif
membuat pelita sederhana yang berfungsi ganda,selain sebagai alat peraga sains penerapan prinsip kapilaritas,juga
berfungsi sebagai alat penerang alternaif dengan mendaur ulang bahan-bahan bekas dan memanfaatkan bahan bakar
alternatif yang murah dan hemat energi, apalagi saat terjadi pemadaman listrik secara bergilir. Anda ingin mencoba?
Alat dan Bahan : Tutup botol,paku,palu,piring aluminium,kapas,korak api,minyak goreng bekas.
Cara Pembuatan :
Siapkan alat dan bahan
Lubangi tutup botol dengan menggunakan paku
Masukkan ujung kapas ke dalam lubang tutup botol,sisakan sebagaian kapas di bagian bawah dari tutup botol. Tuangkan minyak kelapa bekas yang tidak terpakai lagi pada piring aluminium.
Letakkan tutup botol tersebut di atas piring.
Bakarlah kapas yang berada pada bagian alas dari tutup botol
Amati apa yang terjadi, selamat mencoba sendiri!
Pelita sederhana penerang alternatif di saat pemadaman bergilir

Alat Peraga Murah : Tata Surya
Alat peraga ini digunakan untuk mengetahui jarak matahari dengan planet-planet lain yang mengitarinya. Bola kecil
digambarkan sebagai planet-planet dan bola besar menunjukkan matahari. Letak bola semakin ke bawah akan
menunjukkan bahwa planet itu letaknya semakin jauh dengan matahari.
Bahan yang digunakan :
Tampilan Alat Peraga Tata Surya
Bahan : Bola pingpong 9 buah, Kawat, Paralon kecil, Papan
Alat : Gergaji, Paku, Lem, Tang
Cara Pembuatan :
1. Paralon dipotong lalu dilubangi dengan paku
2. kawat dilengkungkan lalu dimasukkan dalam lubang paralon
3. Bola pingpong 9 buah dilubangi kemudian ditusukkan pada kawat
4. Bola tenes ditempelkan pada ujung kawat sebagai matahari
5. Papan sebagai alas / tatakan untuk paralon agar dapat berdiri
Manfaat Alat Peraga :
1. Memudahkan untuk disampaikan pada anak
2. Anak mudah menerima pelajaran
3. Anak cepat mengingat apa yang dilihat
Cara Penggunaan :
Letakkan alat peraga pada posisi tegak sehingga akan terlihat susunan tata surya yang terdiri dari matahari dan planet-
planet lain ,dimana matahari sebagai pusat tata surya.

Alat Peraga Murah : Cara Kerja Lensa Mata
Artikel Alat Peraga Murah (APM) kali ini datang dari PSBG Kendalisada, Kec. Gebang, Kab. Purworejo, Jawa Tengah.
Alat peraga ini bernama "Cara Kerja Lensa Mata", yang berguna untuk menjelaskan prinsip dan cara kerja lensa mata
kepada para anak didik.
Bahan yang dibutuhkan : Papan (1 lembar), Pipa paralon, Balon (warna bening), Tripleks berlapis melamin, Plastisin
(malam), Lilin, Karet selang (karet ketapel), Suntikan.
Cara pembuatan : Papan dibentuk siku-siku. Paralon bekas dipotong sepanjang 4 cm. Pada bagian atas potongan
paralon dilubangi sebesar sedotan gelas air minum mineral. Masukkan potongan paralon kedalam balon. Isi balon
dengan air (kira-kira 90%). Sambung sedotan aqua dengan pentil, pasang pula suntikan bekas di ujung yang satunya
Cara penggunaan : Isi air pada lensa sampai penuh. Lalu nyalakan lilin. Pompalah air menggunakan suntikan sehingga
balon akan keliatan mengembang dan mengempis. Amati perubahan yang terjadi.
Alat peraga ini diproduksi oleh : Bapak Muhasim (LRC), Marno (Ketua PSBG), Warsono (PBS1), Anisa Yuliyanto
(PBS2).

Alat Peraga Murah : Pendeteksi Nikotin
Alat Peraga Murah (APM) bernama Pendeteksi Nikotin ini diproduksi oleh PSBG Ki Hajar Dewantara, Kec. Wonosalam,
Kab. Demak, Jawa Tengah. Alat peraga ini bermanfaat untuk menunjukkan ke peserta didik akan bahaya racun
tembakau (nikotin).
Bahan yang dibutuhkan : Toples plasteik kecil, 2 buah selang plastik seukuran rokok, kapas, lem plastik dan paku besar
untuk melubangi plastik serta alat lain yang relevan.
Cara membuat : Tutup plastik dilubangi sebesar selang, lalu pasang lubang pada lobang tersebut, jangan lupa di-lem
supaya rapat. Masukkan kapas pada plastik.
Cara penggunaan : Pasang rokok pada salah satu ujung selang, kemudian gunakan ujung selang yang lain untuk
menghisapnya. Amati kapas yang ada pada toples plastik dan catat apa yang terjadi. Tampak kapas berwarna kekuning-
kuningan, warna kuning itulah yang merupakan Nikotin.
Alat ini diproduksi oleh : Muhajir, S.Ag (LRC), Suparyati, A.Ma Pd (Ketua PSBG), Kasturi (PBS 1) dan Hj. Rustiyati (PBS
2)

Alat Peraga Murah, Periskop Sederhana
Disaat kebanyakan masyarakat Indonesia kesehariannya disuguhkan berita kekerasan,demonstrasi dimana-
mana,keributan massa dan peristiwa anarkis lainnya yang terjadi di Tanah Air kita, waktu terbuang percuma hanya
karena kalah atau tidak mau kalah dalam sengketa tanah,pilkada, dan sebagainya. Bukankah lebih baik melakukan hal
positif untuk anak bangsa dengan berkarya?.
Tanggal 10 sampai 12 Juni 2008, PSBG Karya Mandiri Guru melaksanakan roll-out IW secara mandiri,menghasilkan
karya mandiri guru berupa Alat Peraga Murah (APM) "Periskop" yang dapat dipergunakan dalam teaching and learning
untuk mata pelajaran IPA SD. APM ini lahir untuk memperkuat Pembelajaran "Penerapan Sifat Cahaya".
Alat ini dapat digunakan untuk mengintai atau melihat benda-benda di balik tembok, sebagai reflikasi sederhana
periskop yang pernah dipakai di kapal selam. APM hasil karya Ibu Rahmawati dari SD Kartika Wirabuana 1dan Ibu
St.Rasdiana Rajab dari SD Inpres Bertingkat Mamajang III dapat dilihat pada gambar yang diperlihtkan oleh Pak
Supriadi salah seorang fasilitator roll-out IW secara mandiri.
Alat/bahan yang digunakan relatif murah dan mudah didapatkan,yaitu:kardus bekas,cermin datar 2 buah ukuran relatif
kecil,lem/selotip,busur derajat, dan gunting serta kertas biasa HVS atau kertas koran maupun kertas pembungkus kado.
Cara Pembuatan:
Sediakan dua macam cermin datar,kardus bekas, dan alat pendukung lainnya.
Bagilah kardus menjadi empat bagian yang sama.
Buatlah dua buah persegi kecil.
Potonglah persegi panjang kecil membentuk sudut 45 derajat pada dua sisi yang lain.
Lipatlah kardus membentuk tabung dan rekatkan dengan selotip.
Selipkan cermin datar pada celah bersudut dan rekatkan dengan selotip. Salah satu cermin menghadap ke atas dan
yang lainnya menghadap kebawah.
Silahkan mencoba,berkreasi dan penuh inspirasi.
Catatan: APM ini dapat pula dibuat dari pipa paralon ukuran kecil.

Praktek Membuat Alat Peraga yang Mudah

Ketika melakukan browsing di belantara internet untuk mencari contoh alat peraga yang bisa kami praktekkan cara
membuatnya, kami tiba di salah satu halaman internet yang beralamat di http://apakabarpsbg.wordpress.com/ yang di
beberapa halamannya menyajikan beberapa contoh alat peraga pendidikan yang dibuat dengan alat dan bahan yang
sangat sederhana. Setelah membaca dengan seksama kami akhirnya memutuskan untuk membuat beberapa alat
peraga pada saat liburan Dhany dan Izan nanti. Beberapa Alat Peraga yang akan kami buat tersebut, kutipan artikel
lengkapnya adalah sbb :
Alat Peraga - Battery dari Buah Jeruk
Naiknya harga bahan pokok, bahan bakar minyak dan barang-barang kebutuhan lainnya, tidak membuat gundah
sebagaian guru di Gugus 1 Mamajang Kota Makassar, dalam merancang dan menyiapkan Alat Peraga Murah (APM)
dengan memanfaatkan barang/bahan bekas dan lingkungan sekitar sebagai sumber dan bahan belajar.
Mata Pelajaran Sains/IPA memberikan banyak inspirasi untuk menciptakan sumber energi alternatif,seperti energi listrik
dan cahaya yang sangat efektif membantu guru membelajarkan siswa-siswanya. Guru-guru SD Muhammadiyah II
Mamajang sebagai salah satu binaan DBE 2, membuat ALat Peraga Sains yang murah, bernama "Baterai Jeruk" dalam
ajang KKG II Paket Pembelajaran Sains yang berlangsung tanggal 6 dan 7 Agustus 2008.
Apakah anda ingin tahu bagaimana membuatnya?.
Alat dan Bahan :
Jeruk nipis 5 biji
Lempeng seng ukuran 5 cm x 0,5 cm sebanyak 5 lembar
Lempeng tembaga 5 batang ukuran 5 cm x 0,5 cm
Kabel halus
Lampu LED
Cara kerja :
Setiap jeruk ditusuk 4 lempeng seng,yang berfungsi sebagai kutub negatif (-),dan satu lempeng tembaga yang berfungsi sebagai kutub positif (+), dalam satu belahan yang sama pada jeruk.
Lempeng seng pada jeruk yang satu dihubungkn dengan lempeng tembaga pada jeruk yang lain melalui kabel kecil.
Hubungkan dengan lampu LED.
Hasil/kegunannya:
Lampu akan menyala
Menunjukkan atau membuktikan sumber energi listik.

Alat Peraga Murah : Replika Mesin Uap
Alat Peraga Murah (APM) Replika Mesin Uap ini diproduksi oleh PSBG Borobudur, Kecamatan Banjar Rejo, Kabupaten
Blora, Propinsi Jawa Tengah. Alat peraga ini dapat dipergunakan untuk menjelaskan perubahan energi kimia menjadi
energi panas, menjadi energi uap lalu berubah menjadi energi gerak. Dapat dimanfaatkan pula untuk memvisualisasikan
prinsip kerja dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), prinsip kerja kereta api uap dan cara kerja penyulingan.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat peraga ini meliputi Kaleng roti bekas yang berbentuk persegi panjang,
kaleng baigon bekas, kaleng cat bekas sedang dan kecil, 3 kaleng obat padi bekas, 2 kaleng bedak purol bekas, pipa
tembaga kecil, pipa besi berdiameter 1,5 cm, kaleng sprite bekas, kawat jeruji sepeda , lem besi/plastik stil, 2 cup pentil
sepeda bekas, plastik, karet gelang, korek api, air, spirtus dan cat. Sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, palu,
tong, gergaji besi.
Cara pembuatan :
Tempelkan dua kaleng bedak purol bekas diatas kaleng roti bekas dengan lem plastik stil.
Buatlah lubang dengan paku besar selebar pipa besi yang berdiameter 1,5cm pada kaleng baigon bekas, kemudian
tempelkan pipa besi yang berdiameter 1,5 cm dan panjangnya 5 - 10 cm pada kaleng baigon bekas
Tempelkan kaleng baigon bekas diatas dua kaleng bedak purol bekas
Buatlah lubang kecil pada kaleng baigon bekas, masukkan pipa tembaga kecil dan lem dengan plastik stil sampai rapat
Buatlah baling-baling dari kaleng sprite bekas, berilah penyangga kawat/jeruji sepeda dan letakkan baling-baling
tersebut diatas kaleng cat bekas kecil
Buatlah kawat penyangga yang di lem dengan kaleng cat bekas sedang
Buatlah 2 sentir yang berasal dari kaleng obat padi bekas yang diisi dengan spirtus
Sebelum api dinyalakan, isilah air ke dalam kaleng baigon bekas secukupnya
Tutuplah pipa dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang
Replika mesin uap dioperasikan
Cara penggunaannya adalah Mengisi air secukupnya pada tabung/kaleng yang atas dan diberi sumber energi panas
menggunakan sentir/lilin (lampu minyak) sehingga air akan mendidih dan menguap lewat pipa tembaga kecil dan
menyemprot ke baling-baling sehingga baling-baling dapat bergerak.
Tim Produksi :
LRC (Learning Resource Coordinator) : Drs. Sujito
Ketua PSBG : Karyono
PBS 1 : Purwanto, S.Pd
PBS 2 : Sri Suwarni, S.Pd
Alat Peraga Murah : Aku Butuh Air
Abdul Azis Mappata,Guru MI Yaspi Sambungjawa Makassar dengan hasil karyanya
Musim kemarau berkaitan erat dengan kekeringan dan krisis. Jangankan minyak, air saja mengalami krisis. Kondisi
tersebut tidak melemahkan kreatifitas guru MI Yaspi Sambungjawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar (binaan DBE2-
USAID) untuk membuat alat peraga yang murah atau tidak perlu mahal, bernama "Aku Butuh Air", buah karya Abdul
Azis Mappata,salah seorang guru di sekolah itu. Sebagai guru kelas awal yang melakukan pembelajaran tematik di kelas
III, beliau memanfaatkan barang atau bahan bekas untuk dijadikan alat peraga, yang bertujuan agar murid-muridnya
dapat mengetahui bahwa semua mahluk hidup membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.
Alat dan bahan : gunting,pulpen/spidol,kardus,kawat,pipet,kaleng bekas (kaleng susu frisian flag) ,benang,bambu kecil,ember cat.
Cara Pembuatan :
Buat motif daun pada kardus (ini dapat diganti dengan daun yang asli dan mudah didapatkan, seperti daun Mangga).
Tempelken pipet pada bagian bawah daun.
Ikat kawat pada bambu untuk menempelkan daun.
Ikat benang pada ujung tangkai daun kemudian hubungkan ke kaleng.
Tempelkan bambu ke kaleng cat bekas sebagai penyangga pohon.
Isi air di dalam kaleng bekas tadi,maka daun akan terlihat segar atau bergerak seolah sedang mekar.
Kegunaan Alat : untuk membuktikan bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang memerlukan air (Tema Lingkungan)

Alat Peraga Murah : Lampu Pelita Sederhana
Di Bulan Juli dan Agustus 2008 ini diberbagai sudut kota Makassar, terutama malam hari pemadaman listrik secara
bergilir dilakukan. Pemerintah mengumumkan krisis energi listik, sehingga gerakan hemat listrik digalakkan. Krisis energi
listrik turut menambah daftar panjang krisis yang menimpa negeri ini, termasuk krisis bahan bakar minyak.
Pusat Sumber Belajar Gugus "Karya Mandiri Guru" Gugus 1 Mamajang, menginventaris beberapa Alat Peraga Murah
(APM) yang dibuat oleh guru-guru binaan DBE2. Alhasil guru-guru SD Kartika Wirabuana 1 menyumbangkan ide kreatif
membuat pelita sederhana yang berfungsi ganda,selain sebagai alat peraga sains penerapan prinsip kapilaritas,juga
berfungsi sebagai alat penerang alternaif dengan mendaur ulang bahan-bahan bekas dan memanfaatkan bahan bakar
alternatif yang murah dan hemat energi, apalagi saat terjadi pemadaman listrik secara bergilir. Anda ingin mencoba?
Alat dan Bahan : Tutup botol,paku,palu,piring aluminium,kapas,korak api,minyak goreng bekas.
Cara Pembuatan :
Siapkan alat dan bahan
Lubangi tutup botol dengan menggunakan paku
Masukkan ujung kapas ke dalam lubang tutup botol,sisakan sebagaian kapas di bagian bawah dari tutup botol. Tuangkan minyak kelapa bekas yang tidak terpakai lagi pada piring aluminium.
Letakkan tutup botol tersebut di atas piring.
Bakarlah kapas yang berada pada bagian alas dari tutup botol
Amati apa yang terjadi, selamat mencoba sendiri!
Pelita sederhana penerang alternatif di saat pemadaman bergilir

Alat Peraga Murah : Tata Surya
Alat peraga ini digunakan untuk mengetahui jarak matahari dengan planet-planet lain yang mengitarinya. Bola kecil
digambarkan sebagai planet-planet dan bola besar menunjukkan matahari. Letak bola semakin ke bawah akan
menunjukkan bahwa planet itu letaknya semakin jauh dengan matahari.
Bahan yang digunakan :
Tampilan Alat Peraga Tata Surya
Bahan : Bola pingpong 9 buah, Kawat, Paralon kecil, Papan
Alat : Gergaji, Paku, Lem, Tang
Cara Pembuatan :
1. Paralon dipotong lalu dilubangi dengan paku
2. kawat dilengkungkan lalu dimasukkan dalam lubang paralon
3. Bola pingpong 9 buah dilubangi kemudian ditusukkan pada kawat
4. Bola tenes ditempelkan pada ujung kawat sebagai matahari
5. Papan sebagai alas / tatakan untuk paralon agar dapat berdiri
Manfaat Alat Peraga :
1. Memudahkan untuk disampaikan pada anak
2. Anak mudah menerima pelajaran
3. Anak cepat mengingat apa yang dilihat
Cara Penggunaan :
Letakkan alat peraga pada posisi tegak sehingga akan terlihat susunan tata surya yang terdiri dari matahari dan planet-
planet lain ,dimana matahari sebagai pusat tata surya.

Alat Peraga Murah : Cara Kerja Lensa Mata
Artikel Alat Peraga Murah (APM) kali ini datang dari PSBG Kendalisada, Kec. Gebang, Kab. Purworejo, Jawa Tengah.
Alat peraga ini bernama "Cara Kerja Lensa Mata", yang berguna untuk menjelaskan prinsip dan cara kerja lensa mata
kepada para anak didik.
Bahan yang dibutuhkan : Papan (1 lembar), Pipa paralon, Balon (warna bening), Tripleks berlapis melamin, Plastisin
(malam), Lilin, Karet selang (karet ketapel), Suntikan.
Cara pembuatan : Papan dibentuk siku-siku. Paralon bekas dipotong sepanjang 4 cm. Pada bagian atas potongan
paralon dilubangi sebesar sedotan gelas air minum mineral. Masukkan potongan paralon kedalam balon. Isi balon
dengan air (kira-kira 90%). Sambung sedotan aqua dengan pentil, pasang pula suntikan bekas di ujung yang satunya
Cara penggunaan : Isi air pada lensa sampai penuh. Lalu nyalakan lilin. Pompalah air menggunakan suntikan sehingga
balon akan keliatan mengembang dan mengempis. Amati perubahan yang terjadi.
Alat peraga ini diproduksi oleh : Bapak Muhasim (LRC), Marno (Ketua PSBG), Warsono (PBS1), Anisa Yuliyanto
(PBS2).

Alat Peraga Murah : Pendeteksi Nikotin
Alat Peraga Murah (APM) bernama Pendeteksi Nikotin ini diproduksi oleh PSBG Ki Hajar Dewantara, Kec. Wonosalam,
Kab. Demak, Jawa Tengah. Alat peraga ini bermanfaat untuk menunjukkan ke peserta didik akan bahaya racun
tembakau (nikotin).
Bahan yang dibutuhkan : Toples plasteik kecil, 2 buah selang plastik seukuran rokok, kapas, lem plastik dan paku besar
untuk melubangi plastik serta alat lain yang relevan.
Cara membuat : Tutup plastik dilubangi sebesar selang, lalu pasang lubang pada lobang tersebut, jangan lupa di-lem
supaya rapat. Masukkan kapas pada plastik.
Cara penggunaan : Pasang rokok pada salah satu ujung selang, kemudian gunakan ujung selang yang lain untuk
menghisapnya. Amati kapas yang ada pada toples plastik dan catat apa yang terjadi. Tampak kapas berwarna kekuning-
kuningan, warna kuning itulah yang merupakan Nikotin.
Alat ini diproduksi oleh : Muhajir, S.Ag (LRC), Suparyati, A.Ma Pd (Ketua PSBG), Kasturi (PBS 1) dan Hj. Rustiyati (PBS
2)

Alat Peraga Murah, Periskop Sederhana
Disaat kebanyakan masyarakat Indonesia kesehariannya disuguhkan berita kekerasan,demonstrasi dimana-
mana,keributan massa dan peristiwa anarkis lainnya yang terjadi di Tanah Air kita, waktu terbuang percuma hanya
karena kalah atau tidak mau kalah dalam sengketa tanah,pilkada, dan sebagainya. Bukankah lebih baik melakukan hal
positif untuk anak bangsa dengan berkarya?.
Tanggal 10 sampai 12 Juni 2008, PSBG Karya Mandiri Guru melaksanakan roll-out IW secara mandiri,menghasilkan
karya mandiri guru berupa Alat Peraga Murah (APM) "Periskop" yang dapat dipergunakan dalam teaching and learning
untuk mata pelajaran IPA SD. APM ini lahir untuk memperkuat Pembelajaran "Penerapan Sifat Cahaya".
Alat ini dapat digunakan untuk mengintai atau melihat benda-benda di balik tembok, sebagai reflikasi sederhana
periskop yang pernah dipakai di kapal selam. APM hasil karya Ibu Rahmawati dari SD Kartika Wirabuana 1dan Ibu
St.Rasdiana Rajab dari SD Inpres Bertingkat Mamajang III dapat dilihat pada gambar yang diperlihtkan oleh Pak
Supriadi salah seorang fasilitator roll-out IW secara mandiri.
Alat/bahan yang digunakan relatif murah dan mudah didapatkan,yaitu:kardus bekas,cermin datar 2 buah ukuran relatif
kecil,lem/selotip,busur derajat, dan gunting serta kertas biasa HVS atau kertas koran maupun kertas pembungkus kado.
Cara Pembuatan:
Sediakan dua macam cermin datar,kardus bekas, dan alat pendukung lainnya.
Bagilah kardus menjadi empat bagian yang sama.
Buatlah dua buah persegi kecil.
Potonglah persegi panjang kecil membentuk sudut 45 derajat pada dua sisi yang lain.
Lipatlah kardus membentuk tabung dan rekatkan dengan selotip.
Selipkan cermin datar pada celah bersudut dan rekatkan dengan selotip. Salah satu cermin menghadap ke atas dan
yang lainnya menghadap kebawah.
Silahkan mencoba,berkreasi dan penuh inspirasi.
Catatan: APM ini dapat pula dibuat dari pipa paralon ukuran kecil.

Senin, 07 November 2011

Kesalahan Siapa ?

hari ini selasa 8 november 2011.
 jadwal saya begitu padat pada kuliah hari ini mulai dari mata kuliah pendidikan pancasila, filsafat pendidikan,agama, perspektif global,belajar dan pembelajaran sampai pada pembelajaran IPS SD,,,hehehehe

tapi sebagian dosen-dosen datang terlambat ada juga yang tidak masuk,,,,apakah ini kesalahan dari dosen tersebut ?atau kesalahan siapa? karena sebagian temen-teman mahasiswa dosennya tidak masuk dan tentu sangat merugian kita semua...

#BerharapBerubah... ^_^

Teori Belajar



Teori Belajar: Kognitif
Teori Belajar dari Perspektif Kognitif
Tidak seperti halnya belajar menurut perspektif behavioris dimana perilaku manusia tunduk pada peneguhan dan hukuman, pada perspektif kognitif ternyata ditemui tiap individu justru merencakan respons perilakunya, menggunakan berbagai cara yang bisa membantu dia mengingat serta mengelola pengetahuan secara unik dan lebih berarti. Teori belajar yang berasal dari aliran psikologi kognitif ini menelaah bagaimana orang berpikir, mempelajari konsep dan menyelesaikan masalah. Hal yang menjadi pembahasan sehubungan dengan teori belajar ini adalah tentang jenis pengetahuan dan memori.
Jenis Pengetahuan
Menurut pendekatan kognitif yang mutakhir, elemen terpenting dalam proses belajar adalah pengetahuan yang dimiliki oleh tiap individu kepada situasi belajar. Dengan kata lain apa yang telah kita diketahui akan sangat menentukan apa yang akan menjadi perhatian, dipersepsi, dipelajari, diingat ataupun dilupakan. Pengetahuan bukan hanya hasil dari proses belajar sebelumnya, tapi juga akan membimbing proses belajar berikutnya. Berbagai riset terapan tentang hal ini telah banyak dilakukan dan makin membuktikan bahwa pengetahuan dasar yang luas ternyata lebih penting dibanding strategi belajar yang terbaik yang tersedia sekalipun. Terlebih bila pengetahuan dan wawasan yang luas ini disertai dengan strategi yang baik tentu akan membawa hasil lebih baik lagi tentunya.
Perspektif kognitif membagi jenis pengetahuan menjadi tiga bagian, yaitu:
  • Pengetahuan Deklaratif, yaitu pengetahuan yang bisa dideklarasikan biasanya dalam bentuk kata atau singkatnya pengetahuan konseptual.
  • Pengetahuan Prosedural, yaitu pengetahuan tentang tahapan yang harus dilakukan misalnya dalam hal pembagian satu bilangan ataupun cara kita mengemudikan sepeda, singkatnya “pengetahuan bagaimana”.
  • Pengetahuan Kondisional, adalah pengetahuan dalam hal “kapan dan mengapa” pengetahuan deklaratif dan prosedural digunakan.
Pengetahuan deklaratif rentangnya sangat beragam, bisa berupa pengetahuan tentang fakta (misalnya, bumi berputar mengelingi matahari dalam kurun waktu tertentu), generalisasi (setiap benda yang di lempar ke angkasa akan jatuh ke bumi karena adanya gaya gravitasi), pengalaman pribadi (apa yang diajarkan oleh guru sains secara menyenangkan) atau aturan (untuk melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan maka pembilang harus disamakan terlebih dahulu).
Menyatakan proses penjumlahan atau pengurangan pada bilangan pecahan menunjukkan pengetahuan deklaratif, namun bila siswa mampu mengerjakan perhitungan tersebut maka dia sudah memiliki pengetahuan prosedural. Guru dan siswa yang mampu menyelesaikan soal melalui rumus tertentu atau menterjemahkan teks bahasa Inggris adalah contoh kemampuan pengetahuan prosedural lainnya. Seperti halnya siswa yang mampu berenang dalam satu gaya tertentu, berarti dia sudah menguasai pengetahuan prosedural hal tersebut, dengan kata lain penguasaan pengetahuan ini juga dicirikan oleh praktek yang dilakukan.
Sedangkan pengetahuan kondisional adalah kemampuan untuk dapat mengaplikasikan kedua jenis pengetahuan di atas. Dalam menyelesaikan persoalan perhitungan kimia misalnya, siswa harus dapat mengidentifikasi terlebih dahulu persamaan apa yang perlu dipakai (pengetahuan deklaratif) sebelum melakukan proses perhitungan (pengetahuan prosedural). Pengetahuan kondisional ini jadinya merupakan hal yang penting dimiliki siswa, karena menentukan penggunaan konsep dan prosedur yang tepat. Terkadang siswa mengetahui fakta dan dapat melakukan satu prosedur pemecahan masalah tertentu, namun sayangnya mengaplikasikannya pada waktu dan tempat yang kurang tepat.
Hal yang sangat penting jadinya untuk mengidentifikasi jenis pengetahuan ini bagi guru ketika mengajar. Mempelajari informasi tentang pokok bahasan tertentu tidak selalu menyebabkan siswa akan menggunakan informasi tersebut. Tidak juga latihan menyelesaikan banyak soal pada topik bahasan tertentu, akan membantu mereka memahami satu prinsip lebih mendalam. Mengetahui sesuatu topik, mengetahui prosedural penyelesaian masalah serta tahu kapan dan mengapa menggunakan pengetahuan tersebut adalah hasil belajar yang berbeda-beda, dan tentu saja ini perlu diajarkan dengan cara yang berbeda pula.
Model Pengolahan Informasi
Untuk menggunakan tiga jenis pengetahuan di atas, tentunya kita harus dapat mengingatnya dengan baik. Hal berikutnya teori belajar yang dibahas dalam perspektif kognitif ini adalah tentang bagaimana individu mengingat dan bagian apa saja dari memori yang bekerja dalam proses berpikir seperti pada pemecahan masalah. Model pengolahan informasi merupakan salah satu model dari perspektif teori belajar ini yang menjelaskan kerja memori manusia sesuai dengan analogi komputer, yang meliputi tiga macam sistem penyimpanan ingatan: memori sensori, memori kerja dan memori jangka panjang.
Memori Sensori adalah sistem mengingat stimuli secara cepat sehingga analisis persepsi dapat terjadi.
Memori Kerja atau memori jangka pendek, menyimpan lima sampai sembilan informasi pada satu waktu sampai sekitar 20 detik, yang cukup lama untuk pengolahan informasi terjadi. Informasi yang dikodekan (decode) serta persepsi tiap individu akan menentukan apa yang perlu disimpan di memori kerja ini.
Memori Jangka Panjang menyimpan informasi yang sangat besar dalam waktu yang lama. Informasi di dalamnya disimpan dalam bentuk secara verbal dan visual.
Memori Sensori
Memori sensori adalah sistem yang bekerja seketika melalui alat indera dinama kita memberikan arti kepada stimuli yang datang dinamakan persepsi. Arti yang diberikan berasal dari realitas objektif serta dari pengetahuan kita sebelumnya. Contohnya, suatu symbol ‘l’ akan dipersepsi sebagai huruf alpabet tertentu kalau kita menggolongkannya dalam urutan j, k. l, m; namun dalam kesempatan berbeda seperti l, 2, 3, 4 maka symbol yang sama bermakna angka satu. Memori sensori akan menangkap stimuli dan mempersepsi, atau memberikan makna; dalam hal ‘l’ konteks dan pengetahuan kita akan menentukan makna yang akan diberikan, bagi seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang angka atau huruf, maka symbol itu kemungkinan tidak bermakna apapun. Misalnya teks yang Anda baca saat ini akan dipersepsi berbeda oleh orang lain yang tidak mengerti bahasa Indonesia ataupun yang buta huruf, walaupun matanya melihat deretan simbol yang sama seperti Anda; ataupun saat kita membaca huruf kanji dari koran berbahasa Jepang dimana kita tidak punya kemampuan untuk memahaminya. Memori sensori tidak hanya bekerja untuk simbol saja namun juga dalam hal warna, gerakan, suara, bau, suhu dan lainnya yang semuanya harus dipersepsi secara simultan. Namun karena keterbatasan kemampuan, kita hanya dapat memfokuskan pada beberapa stimuli saja dan mengingkari yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian sangatlah selektif; dengan kata lain saat perhatian penuh sangat diperlukan, biasanya stimuli lainnya akan ditolak.
Perhatian adalah tahap pertama dalam belajar. Siswa tidak dapat memahami apa yang mereka tidak kenali atau tidak dapat dipersepsi. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi perhatian siswa. Tampilan atau aksi yang dramatis dapat mencuri perhatian siswa pada awal pembelajaran. Cara lainnya adalah melalui perlakuan pada kata yang diucapkan atau ditulis oleh guru dengan warna yang kontras, digaris bawahi atau ditandai; memangil siswa secara acak, memberikan kejutan siswa, menanyakan hal yang menantang, memberikan masalah yang dilematis, mengubah metoda mengajar dan tugas, mengubah frekuensi suara dan jedanya akan dapat membantu menarik perhatian dari siswa. Namun menarik perhatian siswa adalah hal pertama, membuat mereka untuk tetap fokus pada pelajaran dan tugasnya juga hal yang kritis berikutnya harus dilakukan oleh guru.
Memori Kerja
Saat stimulus dipersepsi dan diubah menjadi suatu pola gambar atau suara, informasi yang didapat menjadi tersedia untuk proses selanjutnya. Memori kerja adalah tempat dimana informasi baru ini berada dan digabungkan dengan pengetahuan yang berasal dari memori jangka panjang. Kapasitas memori kerja ini sangat terbatas, dari berbagai eksperimen kapasitas yang dapat disimpan sekitar lima sampai sembilan hal baru dalam satu waktu. Satu nomor telepon sepanjang tujuh desimal dapat diingat oleh rata-rata manusia dewasa, namun hal yang berbeda bila disuruh untuk mengingat dua buah nomor telepon (14 desimal). Kita tidak dapat memanggil kedua nomor telepon tadi karena terbatasnya kapasitas memori kerja ini. Hal lainnya dari memori kerja ini adalah waktu yang digunakannya pun hanya sekitar 5 sampai 20 detik saja. Namun walaupun begitu waktu tersebut sangat cukup misalnya untuk mengingat dan memahami apa yang anda baca dalam bagian awal kalimat ini sebelum mencapai akhir kalimat. Tanpa adanya memori kerja, kita tidak bisa memahami susunan kata dalam satu kalimat dan gabungan antara kalimat yang berdekatan.
Karena sedikit dan sempitnya memori ini bekerja, maka jenis memori ini harus terus diaktifkan, kalau tidak maka informasi yang didapat menjadi hilang. Supaya apa yang diingat bisa lebih panjang dari 20 detik, kebanyakan orang memakai strategi tertentu untuk mengingatnya. Cara yang pertama adalah strategi latihan yang terbagi menjadi pengelolaan dan elaboratif. Latihan pengelolaan dilakukan dengan pengulangan informasi di pikiran anda. Sepanjang anda terus melakukan pengulangan informasi, hal itu akan berada di memori kerja. Cara ini dapat berguna untuk mengingat sesuatu, seperti nomor telepon, yang kemudian untuk dipergunakan dan setelah itu tidak perlu diingat lagi. Cara latihan elaboratif adalah dengan menghubungkan sesuatu yang baru dengan apa yang sudah diketahui, yaitu informasi yang sudah terdapat di memori jangka panjang. Latihan elaboratif ini tidak hanya meningkatkan memori kerja, tetapi membantu memindahkan informasi memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Cara kedua adalah dengan pengelompokkan (chunking) yang dipergunakan untuk menanggulangi terbatasnya kapasitas memori kerja. Banyaknya bit informasi, bukannya ukuran setiap bit, adalah sisi keterbatasan memori kerja. Kita dapat mengingat informasi lebih banyak jika dapat mengelompokkan tiap-tiap bit menjadi unit yang berarti. Deretan enam angka seperti 1, 5, 1, 8, 2, dan 0 akan lebih mudah diingat dalam bentuk dua digit (15, 18 dan 20) atau tiga digit (151, 820). Jika dilakukan cara ini, maka kita cukup perlu mengingat dua atau tiga informasi saja dalam satu waktu dibanding enam buah.
Memori Jangka Panjang
Informasi memasuki memori kerja dengan cepat, namun untuk dapat disimpan di memori jangka panjang membutuhkan usaha tertentu. Dalam memori jangka panjang inilah berbagai informasi disimpan dan dihubungkan dalam bentuk gambaran dan skema, suatu pola struktur data yang membuat kita bisa menggabungkan informasi kompleks yang sangat besar, membuat kesimpulan dan memahami informasi baru. Bila kapasitas memori kerja sangat terbatas, namun kapasitas memori jangka panjang dapat dikatakan hampir tak terbatas. Kebanyakan kita tidak pernah menghitung kapasitasnya, dan saat satu informasi secara aman sudah disimpan, akan tetap ada disana dalam waktu yang tak terbatas. Secara teoritis walaupun kita mampu untuk mengingat sebanyak yang kita mau namun tantangannya justru adalah memanggilnya yaitu mendapatkan informasi yang tepat sesuai keinginan. Akses pada informasi membutuhkan waktu dan usaha karena kita harus mencarinya dalam lautan informasi yang luas dalam memori jangka panjang, dan informasi yang jarang dipakai biasanya akan makin sulit untuk ditemukan.
Terdapat tiga jenis memori jangka panjang, yaitu: episodik, prosedural dan semantik. Episodik adalah jenis memori yang berhubungan dengan informasi pada waktu dan tempat tertentu, khususnya ingatan yang bersifat pribadi. Memori jenis ini bersifat teratur, contohnya kita bisa menceritakan detail percakapan, atau jalannya cerita dari satu film. Memori yang berhubungan dengan bagaimana melakukan sesuatu disebut memori prosedural. Untuk mempelajari suatu prosedur seperti mengendarai sepeda, namun setelah dipelajari, pengetahuan ini dapat terus diingat dalam waktu yang lama. Biasanya makin sering satu prosedur dilakukan, maka makin otomatis reaksi yang dilakukan. Sedangkan semantik memori adalah memori untuk pemahaman, yaitu memori untuk konsep, prinsip dan hubungannya; dua hal yang disimpan dalam semantik memori disebut dengan imaji dan skema. Imaji adalah representasi yang didasarkan pada persepsi visual terhadap struktur informasi. Pada saat kita membentuk bayangan tertentu kita mengingat atau mengkreasi kembali karakteristik fisik dan struktur spasial dari informasi. Imaji dapat berguna misalnya dalam menyusun keputusan praktis bagaimana menempatkan meja di satu ruangan atau jalur yang akan di tempuh ke satu lokasi. Sedangkan skema adalah stuktur pengetahuan abstrak yang mengatur sejumlah besar informasi. Skema adalah pola atau panduan untuk memahami kejadian, konsep atau keterampilan.
Untuk memanggil dan menambah informasi di memori jangka panjang, kita dibantu dengan elaborasi, organisasi dan penggunaan konteks. Elaborasi adalah memberikan arti pada infrormasi baru dengan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada. Dengan kata lain, kita menerapkan skema yang ada dan melukiskannya pada pengetahuan sebelumnya untuk membentuk pemahaman yang baru saat kita memperbaiki pengetahuan yang ada. Terkadang elaborasi terjadi secara otomatis, misalnya saat guru menerima info baru tentang pengalaman yang sudah dipahaminya, maka dia akan langsung mengaktifkan pengetahuan yang ada dan memberikan pemahaman yang lebih baik serta lengkap. Informasi yang dielaborasi ketika pertama dipelajari mudah untuk dipanggil karena elaborasi adalah bentuk pengaktifan memori kerja yang membuat informasi terus aktif untuk kemudian disimpan di memori jangka panjang. Elaborasi juga membangun hubungan tambahan pada pengetahuan yang sudah dipunyai. Makin banyak informasi dihubungan dengan hal lainnya, makin banyak peta jalan tersedia untuk diikuti dalam mencari sumber pengetahuan aslinya. Makin sering seorang individu mengelaborasi ide baru, maka dia akan membuatnya dengan bahasa dia sendiri yang menyebabkan makin baiknya pemahamannya dia tentang pengetahuan tersebut. Kita membantu siswa dalam elaborasi dengan menyuruh mereka menuliskan informasi sesuai dengan kata yang mereka susun sendiri atau dengan membuat contoh yang relevan. Hal yang sebaliknya bisa terjadi, saat siswa melakukan elaborasi informasi baru dengan menghubungkannya ke hal yang tidak tepat dan mengembangkan penjelasan yang rancu, maka miskonsepsi ini pun akan disimpan dan terus diingat oleh siswa.
Organisasi pengetahuan yang dimiliki juga meningkatkan belajar. Bahan ajar yang terorganisir dengan baik tentunya akan lebih mudah dipelajari dibandingkan yang tidak teratur, khususnya bila informasi didalamnya juga kompleks. Menempatkan konsep dalam suatu struktur membantu anda belajar dan mengingat baik untuk definisi umum dan contoh spesifiknya.
Konteks adalah elemen lainnya dari proses yang mempengaruhi belajar. Aspek fisik dan emosional dari konteks dipelajari bersamaan degan informasi lainnya. Ketika anda mencoba mengingat satu informasi, hal itu akan dibantu jika konteks yang ada mirip dengan dengan kondisi kita mendapat informasinya. Sehingga mengkondisikan suasana test sebelum ujian yang sesungguhnya akan berpengaruh memperbaiki kinerja. Tentu saja kita tidak bisa selalu pergi ke tempat yang sama saat anda mulai memahami suatu hal, namun kalau anda dapat menggambarkannya secara mental hal tersebut anda dapat meningkatkan daya ingat anda.
Disadur secara bebas dari:
Hoy, W. K., &Miskel, C. G. (2005). Educational Administration (seventh ed.). New York: McGraw Hill