Senin, 12 Maret 2012

Pendidikan Seni Musik


1.     PENGERTIAN SENI
Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kata seni berasal dari kata "sani" yang artinya "Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa". Dalam bahasa Inggris dengan istilah "ART" (artivisial) yang artinya adalah barang/atau karya dari sebuah kegiatan
Pengertian Seni Menurut Para Ahli:
M. Adler : seni adalah sesuatu yang memberi kita kesenangan
T. Aquines :
seni adalah sesuatu yang apabila dilihat membuat senang
Aristoteles :
seni adalah se\suatu selain baik juga menyenangkan
J. Bushnel :
seni adalah kualitas yang mendatangkan apresiasi
S. Coleridge :
seni adalah perpaduan sesuatu yang baik.
2.     PENGERTIAN SENI MUSIK
Apakah seni musik itu sebenarnya, dan maknanya bagi kehidupan manusia? Sepanjang sejarah banyak penyair, filusuf, penulis maupun musikus yang telah berupaya mendefinisikannya. Ada yang menganggap musik sebagai"bahasa para dewa", atau ada pula yang mengatakan bahwa "musik dimulai di saat ujaran berakhir". David Ewen mencatat sebuah definisi tentang musik yang dibuat oleh penyusun kamus sebagai "Ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosional".
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis  memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah Schopenhauer, filusuf Jerman di abad ke-19 mengatakan dengan singkat bahwa "Musik adalah melodi yang syairnya adalah alam semesta". Sementara itu menarik pula untuk dicatat pendapat Dello Joio, komponis Amerika keluaran Julliard School di New York, dan banyak bekerja sama dengan koreografer Martha Graham, bahwa "Mengenal musik dapat memperluas pengetahuan dan pandangan selain juga mengenal banyak hal lain di luar musik. Pengenalan terhadap musik akan menumbuhkan rasa penghargaan akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain dari satu kenyataan yang selam ini tersembunyi.
Berikut ini adalah pendapat Suhastjarja, dosen senior Fakultas Kesenian Institut Seni Indonesia Yogyakarta, lulusan peabody Institute dari Amerika, bahwa "Musik ialah ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulan, dalam wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lain dalam lingkungan hidupnya, sehingga dapat dimengerti dan dinikmatinya". Lebih lanjut Suhastjarja mengemukakan bahwa oleh karena bentuk musik itu terbentang di ruang yang sifatnya spasial, maka ia dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk dalam seni sastra. Jika bentuk-bentuk sastra ditulis dari kiri ke kanan (kecuali dalam bahasa-bahasa Simetik dan bahasa-bahasa Oriental), bentuk-bentuk musik ditulis dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas, sehingga arah dari kiri ke kanan menunjukkan dimensi waktu, sedangkan dari arah bawah ke atas menunjukkan dimensi sifatnya akustik musikal.
Kesejajaran dalam kalimat musik, seperti halnya dalam kalimat bahawa, terjadi antara frase anteseden dan frase konsekuen. Ini dapat dilihat dari tulisan musik secara horisontal dari kiri ke kanan, sedangkan kesejajaran yang vertikal antara dua garis melodi atau lebih yang berbunyi bersamaan, dapat dilihat dari tulisan musik secara horizontal sekaligus vertikal. Namun pengamatan tulisan musik secara vertikal khusus diperuntukkan bagi keselarasan bunyi bersama atau harmoni.
Peningkatan pengertian mengenai musik dapat dilakukan lewat peningkatan pengertian akan bentuk-bentuk musik, karena suatu imaji tanpa bentuk merupakan bayangan yang ruwet.
3.     Fungsi dan Tujuan Seni 
            Dalam perkembangan ditengah pesatnya kemajuan di berbagai aspek kehidupan, keindahan tidak lagi menjadi tujuan yang paling penting dalam berkesenian. Sedangkan The Liang Gie berpendapat bahwa jenis nilai yang melekat pada seni mencakup: 1) nilai keindahan, 2) nilai pengetahuan, 3) nilai kehidupan.
Fungsi Seni serta tujuannya bisa dibagi menjadi :
a. Fungsi Religi/Keagamaan
Karya seni sebagai pesan religi atau keagamaan. Contoh : kaligrafi, busana muslim/muslimah, dan lagu-lagu rohani. seni juga sering digunakan untuk sebuah upacara kelahiran, kematian, pernikahan dsb. contohnya : gamelan dalam upacara Ngaben di Bali (gamelan luwang, angklung dan gambang)
b. Fungsi Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan dapat dilihat dalam musik, misalkan Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama, atau Angklung dan gamelan pun ada nilai pendidikannya karena kesenian tersebut terdapat nilai sosial, kerjasama dan disiplin. karya seni yang sering digunakan untuk pelajaran/pendidikan seperti : gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah/dokumenter, poster, lagu anak-anak, alat peraga IPA, dsb.
c. Fungsi Komunikasi
Seni dapat digunakan sebagai alat komunikasi seperti, kritik sosial, gagasan, kebijakan dan memperkenalkan produk kepada masyarakat. bisa dilihat dalam pagelaran wayang kulit, wayang orang dan seni teater ataupun poster, drama komedi dan reklame.
d. Fungsi Rekreasi/Hiburan
Seni yang berfungsi sebagai sarana melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan yang khusus pertunjukan untuk berekspresi ataupun hiburan.
e. Fungsi Artistik
Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial, seperti : musik kontenporer, tari kontenporer, dan seni rupa kontenporer. (seni pertunjukan yang tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung, hanya bisa dinikmati oleh para seniman dan komunitasnya)
f. Fungsi Guna (seni terapan)
Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya, kecuali sebagai media ekspresi (karya seni murni) atau pun dalam proses penciptaan mempertimbangkan aspek kegunaannya, seperti : perlengkapan/peralatan rumah tangga yang berasal dari gerabah ataupun rotan.
g. Fungsi Kesehatan (terapi)
Seni sebagai fungsi untuk kesehatan, seperti pengobatan penderita gangguan physic ataupun medis distimulasi melalui terapi musik (disesuaikan dengan latar belakang pasien). terbukti musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian dsb. pada tahun 1999 Siegel menyatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang alfa yang menenangkan dapat merangsang sistem limbic jarikan neuron otak dan gamelan menurut Gregorian dapat mempertajam pikiran.
a.       Murid dapat memiliki pengetahuan tentang irama, merasakan irama melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan gerak irama, membuat gerak irama, membuat pola-pola irama sederhana, dan membaca notasi pola-pola irama dengan benar.
b.      Murid dapat memiliki pengetahuan tentang melodi, merasakan melidi melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan gerak melodi membuat pola-pola melodi sederhana, dan membaca notasi melodi dengan benar.
c.       Murid dapat memiliki pengetahuan tentang harmoni, merasakan harmoni melalui pengetahuan dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan gerak harnoni, mengiringi lagu-lagu sederhana dengan alat musik harmoni sederhana dan membaca notasi harmoni dengan dengan sederhana.
d.      Murid dapat memiliki pengetahuan tentang bentuk / struktur lagu melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai bayangan penginderaan bentuk-bentuk lagu dan mengarang lagu-lagu sederhana.
e.       Murid dapat pengetahuan tentang ekspresi, merasakan ekspresi melalui pengalaman dan penghayatan musik, mempunyai penginderaan bermacam tingkat ekspresi, menyanyikan atau memainkan lagu-lagu dengan tingkat ekspresi yang tingi.
Guru harus dapat memilih dan merencanakan kemampuan dan materi yang akan di ajarkan, yang hasilnya langsung dapat diamati. Hasil yang ingin dicapai ini dirumuskan dalam tujuan-tujuan pengajaran terkecil, yang disebut tujuan Instruksional khusus atau TIK. Semua TIK haruslah selalu mengarah kepada usaha pencapaian TIU-TIU.
Pengajaran musik diberikan melalui pengalaman musik, yang menimbulkan bermacam-macam bunyi. Oleh sebab itu seyogianyalah pengajaran musik ini dilaksanakan di dalam kelas yang khusus dan agak terpisah, sehingga tidak mengganggu kelas-kelas lain yang belajar pada waktu yang sama.
Pengajaran musik ialah pengajaran tentang kemampuan bermusik dengan memahami arti dan makna dari unsur-unsur musik yang membentuk suatu lagu atau komposisi musik, yang disampaikan kepada murid melalui kegiatan-kegiatan pengalaman musik. Unsur-unsur musik sebagai materi pengajaran musik yaitu merupakan suatu kesatuan yang berkaitan erat, membentuk sebuah lagu atau komposisi musik. Untuk kepentingan materi pengajaran musik, unsur-unsur musik itu kita bagi atas lima komponen seolah-olah dapat dipisah-pisahkan yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, unsur musik inilah yang dijadikan pokok bahasan yang esensial dengan sub-sub pokok bahasan dan uraiannya.

Pengertian Seni Para Ahli


Kesenian adalah bagian dari budaya dan merupakan sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia. Selain mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, kesenian juga mempunyai fungsi lain. Misalnya, mitos berfungsi menentukan norma untuk perilaku yang teratur serta meneruskan adat dan nilai-nilai kebudayaan. Secara umum, kesenian dapat mempererat ikatan solidaritas suatu masyarakat.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi kesenian menurut beberapa ahli:

# KOTTAK
seni sebagai kualitas, hasil ekspresi, atau alam keindahan atau segala hal yang melebihi keasliannya serta klasifikasi objek-subjek terhadap kriteria estetis


# J.J HOGMAN
Kesenian adalah sesuatu yang mempunyai unsur ideas, activities, dan artifacts


# KUNTJARANINGRAT
Kesenian adalah suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan dimana kompleks aktivitas dan tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat dan biasanya berwujud benda-benda hasil manusia.


# WILLIAM A. HAVILAND
Kesenian adalah keseluruhan sistem yang melibatkan proses penggunaan imajinasi manusia secara kreatif di dalam sebuah kelompok masyarakat dengan kebudayaan tertentu


# IRVING STONE
Kesenian adalah kebutuhan pokok. Seperti  roti atau anggur atau mantel hangat dimusim dingin. Mereka yang mengira kesenian adalah barang mewah, pikirannya tidak utuh. Roh manusia menjadi lapar akan kesenian seperti halnya perutnya keroncongan minta makan
Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Cetak
E-mail

Ditulis oleh Admin   
Sabtu, 07 Agustus 2010 15:49
M. Adler : sesuatu yang memberi kita kesenangan
T. Aquines : sesuatu yang apabila dilihat membuat senang
Aristoteles : sesuatu selain baik juga menyenangkan
J. Bushnel : kualitas yang mendatangkan apresiasi
S. Coleridge : perpaduan sesuatu yang baik
F. Hegel : identitas yang sempurna dan nyata
Michellengolo : penyingkiran hal yang berlebihan
Frans H : sesuatu yang dapat memberi ide dan gagasan
Jonhson : perimbangan bagian yang menyenangkan
I Kant : sesuatu yang menyenangkan seketika, dan semesta
Eric W : gejala yang dapat di cerna oleh indra dengan baik
Herbert : bentuk penerapan indrawi manusia yang senang
J. Ruskin : benda yang dapat memberi kesenangan
  • Brade (1956) seni adalah pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang membahagiakan jiwa spiritual manusia
  • Lager (1964) seni adalah kegiatan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dipahami oleh perasaan manusia bentuknya berupa lukisan patung, arsitektur, musik, tari, film dan lain-lain
  • Read (1968) seni adalah ekspresi sebuah pengalaman nyata yang memiliki nila yang berdiri sendiri yang dapat ditangkap oleh panca indra
Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya rupa

1. M.Adler : sesuatu yang meberi kita kesenangan.
2. T.Aquines : sesuatu yang apabila dilihat mebuat senang
3. Aristotles : sesuatu selain baik juga menyenangkan
5. J.Bushnel : kualitas yang mendatangkan apresiasi
6. S.Coleridge : perpaduan sesuatu yang baik.
7. F.Hegel : identitas yang sepurna dan nyata
8. Michellengolo: penyingkiran hal yang berlebihan
9. Frans H: sesuatu yang dapat meberi ide dan gagasan
10. Jonhson: Perimbangan bagin yang menyenangkan
11. I Kant : sesuatu yang menyengakan sketika, dan semesta.
12. Eric W: Gejala yang dapat dicerna oleh indra dengan baik.
13. Herbert bentuk pencerapan indrawi manusia yang senang
14. J.Ruskin : benda yang dapat memberi kesenangan.
15. Dst
Kasih point aja deh... masih banyak referensi yang aku punya sekitar 200 definis keindahan dan seni internasional.
darwisabuna@yahono.co.id (Gorontalo-Sulawesi)
Poinnya .............ma n n n na
Thank ya.
materi referensi:
The Lian Gie, Soedarso,Agus Burhan, Dwi dll.

Model-Model Pembelajaran Terpadu


1.  Model-Model Pembelajaran Terpadu (Model Jaring Laba-laba, Model Terhubung,model keterpaduan ) beserta kelebihan dan kelemahannya.

A.   Model Jaring Laba-laba
The Webbed Model (Model Jaring Laba-laba) yaitu merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Menurut Padmono dalam bukunya Pembelajaran Terpadu menyatakan Webbed menyajikan pendekatan tematik untuk mengintegrasikan mata pelajaran. Satu tema yang subur dijaring laba-labakan untuk isi kurikulum dan mata pelajaran. Mata pelajaran menggunakan tema untuk menyelidiki keseuaian konsep, topik, dan ide-ide. Karakteristik pendekatan tema ini untuk mengembangkan kurikulum dimulai dengan satu tema misalnya “transportasi”, “penyelidikan”, dan lain-lain.
Contoh dari penggunaan pembelajaran model ini adalah: siswa dan guru menentukan tema misalnya air, maka guru-guru mata pelajaran dapat mengajarkan tema air itu ke dalam sub-sub tema misalnya siklus air, kincir angin, air waduk, air sungai, bisnis air dari PDAM yang tergabung dalam mata pelajaran Matematika, IPS, IPA, dan Bahasa.
Keuntungan pendekatan jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa. Sedangkan kelemahan model ini adalah banyak guru sulit memilih tema. Mereka cenderung menyediakan tema yang dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
B.    Model Integrasi
The Integrated Model ( Model Integrasi atau keterpaduan ) yaitu pembelajaran yang menggabungkan bidang studi denggan cara menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling berhubungan di dalam beberapa bidang studi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antar bidang studi. Padmono dalam bukunya Pembelajaran Terpadu mengatakan bahwa model integrated kurikulum menyajikan satu pendekatan penyebrangan mata pelajaran mirip dengan model “Shared”. Model integrated memadukan mata pelajaran dengan latar prioritas kurikulum pada tiap penemuan keterampilan-keterampilan, konsep-konsep, dan sikap-sikap yang tumpang tindih mata pelajaran tersebut.
Keuntungan dari model ini yaitu siswa saling mengaitkan, saling menghubungkan diantara macam-macam bagian dari mata pelajaran. Keterpaduan secara sukses diimplementasikan, pendekatan belajar yang lingkungan belajar yang ideal untuk hari terpadu (integrated day) secara eksternal dan untuk keterpaduan belajar untuk fokus internal. Selain itu model ini juga mendorong motivasi murid. Sedangkan kelemahannya yaitu model ini sulit dilaksanakan secara penuh; membutuhkan keterampilan tinggi, percaya diri dalam prioritas konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari mata pelajaran; dan membutuhkan model tim ahli pada bidang dan merencanakan dan mengajar bersama.
C.    Model keterhubungan
The Connected Model (Model keterhubungan), yaitu dalam setiap mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara topik dengan topik dan konsep dengan konsep dalam satu mata pelajaran. Model ini penekanannya terletak pada perlu adanya integrasi inter bidang studi itu sendiri. Fogarti (1991) menyatakan bahwa di dalam mata pelajaran terdapat isi mata pelajaran yang dikaitkan, misalnya topik dengan topik, konsep dengan konsep, dan ide-ide yang berhubungan. Kaitan dapat diadakan secara spontan atau direncanakan terlebih dahulu sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif. Dalam model connected ini secara sengaja menghubungkan kurikulum di dalam mata pelajaran melebihi dari apa yang diasumsi siswa-siswa yang akan memahami hubungan secara otomatis.
Keuntungan yang diperoleh dalam model connected ini adalah adanya hubungan antar ide-ide dalam satu mata pelajaran, anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap. Kekurangan dalam model ini, model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.



2.  Prosedur dan Mekanisme Perancangan Pembelajaran Terpadu
Beberapa langkah yang dapat diikuti oleh guru dalam merancang pembelajaran terpadu yaitu sebagai berikut.

Tahap 1 : Penjajakan
Pada langkah ini dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
·         Menetapkan tingkatan kelas
·         Menetapkan aspek perkembangan (sesuai tingkatan kelas yang dipilih)
·         Menetapkan kompetensi dasar dan indikator yang potensial dan ada keterkaitan konsep
·         Memasukkan kompetensi dasar ke dalam:
1) Tema;
2) indikator dan tujuan pembelajaran;
3) cakupan konsep kunci;
4) cakupan aspek hasil belajar (pengetahuan, keterampilan
      sikap, dan nilai);
5) taksiran waktu.

Tahap 2 : Penstrukturan
·         Tahap penstrukturan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
- Menyusun kerangka struktur penyatukaitan konsep kunci dan cakupan aspek hasil belajar yang dapat dimodelkan seperti jala-jala.

·         Mengidentifikasi:
1) konsep-konsep kunci/aspek perkembangan anak;
2) aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai;
3) bentuk kegiatan belajar peserta didik;
4) sumber dan media pembelajaran;
5) lokasi pembelajaran (ruang dan suasana);
6) produk yang diharapkan sebagai hasil belajar (fisik,
perilaku, atau bentuk lainnya).

·         Menelaah kerangka struktur dan hasil identifikasi untuk mendapatkan:
1) konteks dan judul konteks (tema, isu, masalah);
2) cakupan tujuan, kegiatan, materi, dan proses secara
utuh dalam kurun waktu yang telah ditaksir.



Tahap 3 : Perancangan Model Pembelajaran terpadu
Pada tahap ketiga ini dilakukan kegiatan sebagai berikut.
·         Perancangan skenario.
·         Pengemasan skenario dalam suatu model yang dipilih yang memuat c.1) dan c.2).

Tahap 4 : Uji coba model/penggunaan model dalam pembelajaran
Dalam tahap ini dilakukan pengujian model dan perbaikan. Sebagai contoh dapat dilihat pada Gambar 2.1 tentang alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu.




Daftar Pustaka :
Depdiknas, tt, Panduan Pengembangan Pembelajaran Ipa Terpadu, , Jakarta:
Puskr,Balitbang Diknas.

Website :  http://dombaputih-abram.blogspot.com


Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bahsa inggris


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran             : Bahasa Inggris
Pokok Bahasan            : Numbers
Kelas / Semester          : III  / I
Pertemuan ke               : I ( satu )
Alokasi Waktu             : 15 Menit

Standar kompetensi     : Memiliki keterampilan berbahasa.
Kompetensi dasar        : Memahami dan mengurutkan nama-nama bilangan.
Indikator                      : Membilang angka 1-50 secara berurut dalam bahasa Inggris.

I.                    Tujuan pembelajaran
Dengan mengamati alat peraga angka 1-50 secara berurut dalam bahasa Inggris, siswa dapat menyebutkan sedikitnya angka 1 sampai dengan 30 dalam bahasa inggris dengan baik.
II.                 Materi Ajar
Numbers.

III.               Model Pembelajaran.
Talking stik.

IV.              Langkah-Langah Pembelajaran

a.       Kegiatan  Awal
*      Salam dan pengaturan kelas.
*      Memeriksa kehadiran siswa.
*      Apersepsi : guru mengecek sejauh mana siswa dapat berhitung atau mengetahui angka 1 sampai 50.


b.      Kegiatan Inti
*      Guru menyiapkan sebuah tongkat.
*      Guru memperlihatkan alat peraga kepada siswa angka 1-50 di depan kelas.
*      Guru menjelaskan angka 1-50 dalam bahasa inggris kepada siswa, kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari angka 1-50 dalam bahasa inggris.
*      Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru menjalankan tongkat itu sambil bernyanyi bersama-sama dan guru memberikan pertanyaan kepada siswa yang memegang tongkat tersebut untuk menyebutkan angka  1-10, 11-20, dan 21-30 dalam bahasa Inggris, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
*      Guru bertanya kembali, apakah ada siswa yang belum mengerti dan kurang memahami mengenai menyebutkan angka dari 1-50.
*      Jika ada siswa yang belum mengerti, guru menjelaskan dan menyebutkan kembali angka 1-50  dalam bahasa Inggris.
c.       Kegiatan Akhir.
*      Guru menutup pelajaran bahasa Inggris dengan memberikan tugas rumah kepada siswa (menghafal angka 1-50 dalam bahasa Inggris dengan baik).
*      Guru memberikan salam penutup.

V.                 Alat dan Sumber
·         Alat peraga      : angka dari 1 sampai dengan 50.
·         Sumber            : buku siswa bahasa Inggris kelas 3 SD.

VI.              Tes.
a.       Lisan.
Soal :
-          Anak 1       : sebukan angka 1 sampai dengan 10 dalam bahasa inggris dengan
  baik ?
-          Anak 2       : Sebutkan angka 11 sampai dengan 20 dalam bahasa inggris dengan
  baik?
-          Anak 3       : sebutkan angka 21 sampai dengan 30 dalam bahasa inggris dengan
baik?


Jawaban :
-          Anak 1       : one, two, three, four, five, six, seven, eight, nine, &
  ten.
-          Anak 2       : eleven, twelve, thirteen, fourteen, fiveteen, sixteen, seventeen,
                     eightee, nineteen  & twenty.
-          Anak 3       : twenty one, twenty two, twenty three, twenty four, twenty five,
   twenty six, twenty seven, twenty eight, twenty nine,  & thirty.
b.      Tulisan.
Tugas rumah :
Tulislah angka 1 sampai dengan 50 secara berurut dalam bahasa inggris kemudian hafal angka 1 sampai dengan 50 secara berurut dalam bahasa inggris dengan baik, paling kurang hafal angka 1 sampai 30 secara berurut dalam bahasa inggris dengan baik.

VII.            Uraian materi.
one
eleven
twenty one
thirty one
forty one
two
twelve
twenty two
thirty two
forty two
three
thirteen
twenty three
thirty three
forty three
four
fourteen
twenty four
thirty four
forty four
five
fifteen
twenty five
thirty five
forty five
six
sixteen
twenty six
thirty six
forty six
seven
seventeen
twenty seven
thirty seven
forty seven
eight
eighteen
twenty eight
thirty eight
forty eight
nine
nineteen
twenty nine
thirty nine
forty nine
ten
twenty
thirty
forty
fifty